"Kerja sama dengan Bareksa itu bentuknya masih digodok dan masih banyak yang harus didiskusikan," kata Head of Public Relation OVO, Sinta Setyaningsih kepada awak media di Jakarta Convention Center, Rabu (9/10).
Lebih lanjut kata Sinta, selain dengan Bareksa, OVO juga harus berdiskusi dengan pemerintah dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Hujan Investasi bagi Startup Teknologi |
Sebelumnya, isu soal akuisisi OVO terhadap perusahaan rintisan (startup) jual-beli reksa dana yakni Bareksa senilai US$20 juta atau setara Rp280 miliar sempat mencuat pada April lalu.
Lihat juga:Ovo Jadi Unicorn Kelima Indonesia |
Pada 2017, Bareksa melakukan penggalangan dana putaran pertama. Ketika itu PT Gemilang Dana Sentosa masuk sebagai investor dengan nilai yang tak disebutkan.
PT Gemilang Dana Sentosa menguasai 20 persen saham Bareksa. PT Gemilang Dana Sentosa memiliki fintech bernama DOKU. (din/age)