Akademi Sains Kerajaan Swedia mengumumkan bahwa ketiga orang tersebut adalah John Goodenough dari Amerika Serikat, Stanley Whittingham warga Inggris, dan Akira Yoshino asal Jepang.
Ketiganya juga akan berbagai sama rata hadiah sebesar 9 juta kronor atau setara Rp12,8 miliar. Dalam keterangannya, pihak juri menjabarkan beberapa alasan ketiga ilmuwan tersebut layak mendapatkan penghargaan dan hadiah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baterai litium sudah merevolusi kehidupan kita sejak pertama kali masuk pasar pada 1991. [Baterai ini] membawa manfaat terbaik bagi manusia," tulis juri.
Senada dengan Whittingham, Akira Yoshino juga mengaku sangat bersyukur dan tak menyangka mendapatkan nobel. Ia sendiri baru menggunakan ponsel dalam beberapa tahun belakangan.
"Saya selalu merasa sedikit menolak telepon genggam, jadi saya tak pernah punya sampai belakangan ini," ucap Akira.
[Gambas:Video CNN]
Akira sendiri mengetahui bahwa baterai litium ion sangat bermanfaat bagi ponsel, tapi ia "tak terlalu merasa" membantu membuat produk yang memang berguna bagi kehidupannya. Bagi Akira, ilmuwan yang baik hanya perlu punya dua kualitas.
"Salah satunya adalah kalian harus punya otak yang fleksibel. Selain itu, kegigihan. Kalian harus persisten dan jangan pernah menyerah," ucap Akira. (has)