Sebagian netizen skeptis dengan pernyataan polisi. Mereka menganggap polisi terlalu cepat mengambil kesimpulan pelaku penyerangan terpapar ISIS tanpa pemeriksaan lebih lanjut. Mereka juga menuding pernyataan tersebut hanya tebak-tebakan belaka dan mengambinghitamkan ISIS.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Netizen lain meributkan soal metode yang digunakan penyerang Wiranto. Menurut mereka metode penyerangan dengan penusukan tidak seperti model penyerangan ISIS biasanya yang menargetkan banyak orang dengan pengeboman.
"Masa isis udah nggak ngebom lagi,turun dong derajatnya," cuit @guntoro_wibow0
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Namun, netizen lain membuka kemungkinan kalau ISIS menyerang pejabat negara yang tak sepaham dengan ideologi mereka.
[Gambas:Twitter]
Akun @syindhu melemparkan dugaan setelah pernyataan polisi dilontarkan akan muncul cuitan-cuitan yang membela pelaku penusukan.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Netizen lain berharap negara segera bertindak tegas.
[Gambas:Twitter]
Lebih lanjut, kepolisian menyebut pelaku berinisial FD dan berasal dari Jawa Tengah. Saat ini polisi masih menyelidiki dan mencari informasi lengkap terhadap pelaku yang saat kejadian datang bersama istrinya.