MPV 'Murah' Xpander Mulai Diproduksi di Vietnam Tahun Depan

CNN Indonesia | Sabtu, 12/10/2019 04:35 WIB
MPV 'Murah' Xpander Mulai Diproduksi di Vietnam Tahun Depan Mitsubishi Xpander akan mulai diproduksi di Vietnam pada tahun depan. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mitsubishi Motors Corporation (MMC) mengumumkan mulai 2020 aktivitas produksi Xpander juga akan dilakukan di Vietnam. Vietnam akan menjadi negara kedua setelah Indonesia yang produksi low MPV pesaing Toyota Avanza.

Mitsubishi Motors Vietnam (MMV) sejauh ini sudah merakit Outlander secara Completely Knock Down (CKD) dan berencana memperluas kapasitas produksinya sejalan dengan dimulainya produksi Xpander.

Penjualan Xpander disebut meningkat di seluruh Asia Tenggara sejak 2017 yang dimulai di Indonesia. Xpander diproduksi di kawasan Greenland International Industrial Centre, Delta Mas Cikarang, Jawa Barat.



Pada Oktober 2018 Xpander rakitan Indonesia mulai diekspor ke Vietnam dan telah terjual hingga 14 ribu unit pada tahun fiskal 2018.

Keputusan produksi Xpander di Vietnam sebagai bentuk selebrasi setelah Mitsubishi menekuni bisnis di negara tersebut sejak 1994.

"Kami akan berusaha untuk upaya baru ini di Vietnam, yaitu memproduksi mobil berkualitas tinggi dan memuaskan lebih banyak pelanggan di Vietnam," kata pimpinan MMC Osamu Masuko, mengutip keterangan resmi Mitsubishi, Jumat (11/10).

"Saya yakin bahwa tantangan ini membuat bisnis kami di Vietnam terus tumbuh sambil memfasilitasi pertumbuhan di pasar otomotif dan ekonomi regional negara itu dalam hal lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia, investasi, dan transfer teknologi."

Tahun ini Xpander masih menjadi yang terbanyak untuk jumlah ekspor Low Multi Purpose Vehicle (MPV) dari Indonesia ke berbagai negara termasuk Vietnam, Filipina, Kamboja, hingga ke Bolivia.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan ekspor Xpander berjumlah 35.956 unit periode Januari-Agustus 2019.

Mitsubishi Indonesia yang dikonfirmasi CNNIndonesia mengenai hal tersebut hingga kini belum memberi jawaban. (ryh/mik)


BACA JUGA