Palapa Ring diakui bisa mengurangi beban investasi membangun infrastruktur jaringan dari nol secara signifikan. Tujuan dari diresmikan Palapa Ring ini untuk merangsang para penyedia layanan telekomunikasi masuk ke wilayah pelosok Indonesia.
Rangsangan ini disebabkan oleh para penyedia layanan tak perlu membangun tulang punggung jaringan dari nol, sehingga investasi juga tidak sebesar membangun dari nol ketika menggunakan Palapa Ring.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdapat dua tarif penggunaan Palapa Ring, yaitu tarif penyediaan kapasitas lebar pita atau bandwidth dan tarif penyediaan kabel serat optik pasif atau dark fibre.
Proyek Palapa Ring Tengah menjangkau 27 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara,Maluku Utara, dan Kalimantan Timur dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.995 kilometer.
Lihat juga:Jokowi Resmikan Proyek Palapa Ring |
Palapa Ring Barat menjangkau 12 kabupaten kota di wilayah Riau dan Kepulauan Riau hingga dengan Pulau Natuna dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.275 kilometer.
Palapa Ring Timur menjangkau 51 kabupaten/kota yang melalui 4 provinsi, yaitu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Papua, dan Papua Barat, terdiri dari 35 kabupaten/kota layanan dan 16 kabupaten/kota interkoneksi dengan total panjang kabel serat optik sekitar 6.878 kilometer.
Berikut tarif Palapa Ring Barat, Tengah dan Timur:
Perluasan strategi Palapa Ring. (Foto: palapa ring) |
Tarif Palapa Ring Barat. (Foto: palapa ring) |
Tarif Palapa Ring Tengah. (Foto: palapa ring) |
Tarif Palapa Ring Timur. (Foto: palapa ring) |
Perluasan strategi Palapa Ring. (Foto: palapa ring)
Tarif Palapa Ring Barat. (Foto: palapa ring)
Tarif Palapa Ring Tengah. (Foto: palapa ring)
Tarif Palapa Ring Timur. (Foto: palapa ring)