Mesin 'Kerdil' Varian Baru Seri 3

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 08:53 WIB
Mesin 'Kerdil' Varian Baru Seri 3 BMW 320i Sport diluncurkan di Jakarta, Senin (14/10) dengan harga Rp849 juta off-the-road. ( Foto: CNN Indonesia/ Rayhand Purnama)
Jakarta, CNN Indonesia -- BMW Indonesia merilis varian baru dari Seri 3 terbaru, BMW 320i Sport. Mobil ini merupakan varian kedua setelah sebelumnya BMW 330i M Sport yang diluncurkan pada Juli 2019.

320i Sport baru dijual dengan harga Rp849 juta off-the-road.

BMW 320i Sport menggendong mesin kapasitas 2.000 cc. Berbeda dengan 330i M Sport, varian baru ini dilengkapi mesin yang tenaganya telah 'dicekik'.


Di atas kertas mesin 2.000 cc empat silinder pada 320i Sport mampu menyemburkan tenaga maksimal 184 tenaga kuda (tk) dengan torsi sebesar 300 nm. Mesin sudah menggunakan sistem BMW TwinPower Turbo terbaru.

Dalam uji internal perusahaan, kecepatan puncak sedan itu dari 0 hingga 100 km per jam dapat dicapai dalam 7,1 detik, sedangkan konsumsi bahan bakarnya diklaim 15,9 km per liter.

Sementara mesin 2.000 cc varian 330i M Sport lebih 'galak'. Mesin tersebut menghasilkan 258 tenaga kuda dan torsi 400 Nm, atau naik 6 tk dari kemampuan sebelumnya. Akselerasi 0-100 km per jam menurut BMW mampu tembus dalam waktu 5,8 detik.

Walau mesin varian 320i Sport lebih kalem, sedan itu tetap dibekali fitur otonom untuk fungsi parkir. Fitur ini mengambil alih kemudi, akselerasi, pengereman, dan perubahan gigi dengan transmisi Steptronic saat masuk dan keluar parkir paralel dan lateral.

Fitur andalan lain yaitu Reversing Assistant yang dapat mundur ke posisi semula secara otomatis (tanpa dikendalikan pengemudi) sejauh 50 meter. Mobil akan bergerak mundur mengikuti rute yang sama saat maju.

Fitur itu berguna saat pengemudi menghadapi rintangan di depan dan harus kembali dengan posisi mundur, misalnya terjebak di gang buntu.

"Fitur andalan lain dari all-new BMW 3 Series BMW Laserlight yang sebelumnya hanya ada di BMW Seri 7," kata Presiden Direktur BMW Group Indonesia Ramesh Divyanathan mengutip keterangan tertulisnya, Selasa (15/10).

[Gambas:Video CNN] (ryh/mik)