Sebelumnya TNI AU memborong 35 unit Esemka Bima untuk digunakan sebagai kendaraan operasional di landasan Skadron TNI AU.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan pihaknya menggunakan Esemka karena ingin mendorong industri otomotif dalam negeri. Sebab itu Esemka dipilih menjadi kendaraan dinas untuk kegiatan Satuan Kerja Kemhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:TNI AU Sebut Borong Pikap Esemka Bima |
"Pembelian mobil Esemka ini bukti kecintaan dan dukungan Kemhan terhadap produksi anak bangsa. Kami patut bangga," kata Ryamizard di Jakarta, Selasa (15/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Esemka Bima statusnya diproduksi Solo Manufaktur Kreasi (SMK) di pabrik Boyolali, Jawa Tengah. Pabrik itu diresmikan pada awal September 2019 dan disaksikan langsung sejumlah pejabat negara dan Presiden Joko Widodo.
Pada tahun pertama target Esemka bisa meracik 3.500 unit pikap Bima dengan kapasitas pabrik produksi total sebesar 12 ribu unit per tahun.
Sedangkan sektor dapur pacunya, dilengkapi mesin 1.243 cc DOHC dengan daya maksimum 96,5 tenaga kuda dan torsi 119 nm. Kabarnya Bima juga punya pilihan mesin 1.300 cc, namun detailnya belum terungkap.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam wawancara dengan salah satu televisi swasta menjelaskan mesin Esemka diperoleh dari berbagai prinsipal otomotif.
"Mesinnya multiple source ada beberapa prinsipal," kata Airlangga.
[Gambas:Video CNN] (ryh/mik)