Kualitas udara kota Palembang terindikasi tidak sehat pada Selasa (15/10) siang. Buruknya kualitas udara Palembang ini akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda kawasan itu.
Sebelumnya kondisi udara Palembang tergolong berbahaya, Senin (14/10). Pada hari yang sama, netizen juga melaporkan jarak pandang yang buruk di Palembang akibat kabut asap.
Kualitas udara berdasarkan catatan BMKG, Selasa (15/10) siang (Screenshot via aplikasi BMKG) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Siswanto menjelaskan pihaknya kesulitan mendapat data kondisi polusi Palangkaraya karena ada sedikit masalah pada alat.
Namun, hasil berbeda dilaporkan laporan Air Visual. Dari laporan aplikasi ini, Jambi dan daerah menempati kualitas udara terburuk dengan indikator US AQI 218 yang berarti sangat tidak sehat. Daerah Kenten Palembang juga terindikasi sangat tidak sehat dengan angka 241.
Kualitas udara berdasarkan pantauan Air Visual di kota Palangka Raya (Screenshot via aplikasi AirVisual) |
Sementara kualitas udara di Indonesia yang tergolong tidak sehat adalah Palangka Raya (169), Jakarta (161), Palembang (160), Bogor (155). Angka yang didapat Air Visual didapat dari data BMKG dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan sejumlah sumber lain.
[Gambas:Video CNN] (eks)
Kualitas udara berdasarkan catatan BMKG, Selasa (15/10) siang (Screenshot via aplikasi BMKG)
Kualitas udara berdasarkan pantauan Air Visual di kota Palangka Raya (Screenshot via aplikasi AirVisual)