Dalam pernyataan resminya Subaru menyampaikan pabrik mereka di Gumma berhenti setelah shift kerja pagi pada Rabu (16/10). Penghentian ini diperkirakan terus berlangsung sampai 25 Oktober.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada beberapa kasus kerusakan termasuk penggenangan air di beberapa pemasok kami (langsung dan tidak langsung). Pemasok itu sekarang bekerja menormalisasikan operasi dengan dukungan bantuan pekerja dan material kami, tetapi kami menduga ada penurunan pasokan komponen ke Subaru," kata Subaru pada keterangan tertulis dilansir Automotive News.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Topan Hagibis di Jepang mengakibatkan banjir. (Yohei Kanasashi/Kyodo News via AP) |
Menurut laporan terpisah, salah satu pemasok yang sudah menyatakan diri bermasalah karena topan Hagibis adalah Alps Alpine. Pemasok sistem audio ini mengatakan fasilitas mereka di Iwaki City, prefektur Fukushima, kebanjiran.
Butuh waktu sampai 10 hari buat Alps Alpine menyelesaikan masalah itu dan bisa bekerja normal. Selain itu, pemasok elektronik Panasonic juga menutup sementara pabrik di Koriyama karena masalah serupa. Belum diketahui kapan pabrik itu bakal kembali beroperasi.
Media Jepang mengungkap produsen otomotif besar seperti Toyota dan Mitsubishi saat ini terus memantau rantai pasokan mereka. (fea)
Topan Hagibis di Jepang mengakibatkan banjir. (Yohei Kanasashi/Kyodo News via AP)