Komitmen Mahindra di Tengah 'Ancaman' Merek Jepang

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 08:26 WIB
Komitmen Mahindra di Tengah 'Ancaman' Merek Jepang Mahindra Scorpio. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mahindra, merek mobil asal India masuk Indonesia di bawah kendali distributor RMA Indonesia. Pabrikan bersama RMA Indonesia sudah merancang strategi dengan lebih dahulu meluncurkan mobil komersial, yakni pikap Scorpio demi membentuk pasar.

"Kami menyasar Kalimantan, Sumatera dan incar spesifik konsumen di segmen fleet. Perkebunan, minning, dan UKM. Kami percaya kami menemukan ceruk yang sangat cocok dengan produk ini," kata COO RMA Group Chris Manley di kawasan Bogor kemarin.

Head of Internasional Operations, Automotive Mahindra & Mahindra Limited Joydeep Moitra yakin menggandeng RMA Indonesia -yang juga pemegang bisnis purna jual merek Ford sejak 2016, diawali dengan memasarkan kendaran komersial sudah penuh perhitungan.


Mobil pikap itu disebut dapat bersaing di tengah merek Jepang yang telah menguasai pasar pikap di Indonesia. Sejauh ini Scorpio ditampuk untuk melawan Mitsubishi Triton dan Toyota Hilux.

"Produk ini sudah teruji dan terbukti bisa melibas berbagai medan. Di mana pun produk ini berkompetisi di dunia, di sana ada juga merek Jepang. Produk bisa bertahan karena punya nilai yang ditawarkan termasuk penggerak 4WD yang sangat andal," ucap Moitra.

Moitra menjelaskan ada dua hal yang akan dilakukan Mahindra. Pertama, memetakan daerah yang mungkin menjadi pasar utama. Kemudian fokus mengembangkan pasar fleet atau pembeli borongan.

"Ya kami akan fokus pada area yang jadi kekuatan kami," ucapnya.

Mahindra cukup berani masuk Indonesia di tengah merek India lain terus berjibaku merebut hati konsumen dalam negeri, yakni Tata Motor. Tata Motor masuk ke Indonesia dengan menawarkan kendaraan komersial, kemudian mobil berpenumpang.

Nasib mobil penumpangnya statusnya cuma 'coba-coba' sebelum pabrikan menghentikan penjualan karean tidak bisa bersaing.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merangkum pada 2016, Tata Motor menjual 976, 2017 (1.065 unit), 2018 (1.111 unit). Sementara periode Januari-Agustus 2019, penjualan produk Tata baru 497 unit.

Dibanding merek kendaraan komersial asal Jepang, penjualan Tata Motor jauh tertinggal. Melihat kondisi ini, pihak Mahindra tidak berani menganggap 'enteng', namun harus dihadapi sekaligus percaya bisa meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk Mahindra.

"Saya percaya produk Mahindra bagus dan mendapat nilai bagus," ungkapnya.

Mobil Penumpang

Selain produk kendaraan komersial, Mahindra juga memiliki beberapa pilihan mobil penumpang Sport Utility Vehicle (SUV) misalnya KUV100, XUV300, XUV500, dan Marazzo.

Namun bagi Moitra, mobil penumpang andalan Mahindra tersebut belum akan masuk Indonesia, sebab perusahaan masih sibuk mendongkrak citra perusahaan melalui produk kendaraan komersial.

Ia melanjutkan jika tiba waktunya masuk ke segmen mobil penumpang, Mahindra sudah harus punya pabrik di dalam negeri. Untuk dua tahun ke depan perusahaan akan fokus di produk komersial, setelah itu perusahaan akan mengevalasi apakah perlu bermain di segmen mobil penumpang.

"Jadi kami mulai dari komersial dulu. Sambil jalan kami akan terus memantau mobil penumpang. Kami juga harus melihat perakitan lokal dan itu adalah proyek lebih rumit lagi. Saat kami masuk ke mobil penumpang kami harus melakukan perakitan lokal," ujarnya.

"Jadi kami 1,5 tahun sampai 2 tahun akan fokus di produk komersial. Setidaknya kami butuh waktu untuk mengembangkan merek kami ini," ujar Moitra.

Tahap awal Mahindra bakal mendirikan 10 titik jaringan penjualan dan service yang disebar di tiga pulau yaitu Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Di Sumatera dealer akan didirikan di Palembang, Medan, Jambi, dan Aceh. Di Kalimantan berlokasi di Balikpapan dan Pontianak. Sementara di Jawa ada di Depok, Bandung, hingga Kudus.

Dari 10 dealer, lima di antaranya menyatu dengan jaringan aftersales Ford yang dikelola RMA.

(ryh/mik)


BACA JUGA