Bambang menggantikan posisi Mohammad Nasir yang sebelumnya menjabat sebagai Menrisetdikti periode 2014-2019. Pria kelahiran Jakarta, 3 Oktober 1966 ini juga tercatat pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan pada Kabinet Indonesia Bersatu II era mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Di kabinet Jokowi periode I, ia sempat mendapat mandat sebagai Menteri Keuangan untuk periode 27 Oktober 2014 hingga 27 Juli 2016. Posisinya kemudian digantikan oleh seniornya, Sri Mulyani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, sebelum programnya menampakkan hasil Bambang kemudian digeser dan menempati pos sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas) pada 27 Juli 2016 hingga 2019.
Tak hanya itu, Bambang juga menjadi sosok muda yang mengantongi gelar Doktor di bidang Tata Wilayah dan Perkotaan di usia muda yakni 31 tahun.
Lulus dari Universitas Illinois, Bambang mengabdi sebagai pengajar untuk almamaternya di FE UI. Ia juga aktif di ranah penelitian dengan menjadi konsultan untuk berbagai lembaga dan institusi.
Atas beragam prestasinya di ranah akademi dan profesional, Bambang diganjar berbagai penghargaan mulai dari mahasiswa berprestasi UI pada 1989 hingga penghargaan dari Australian National University (ANU), Canberra, Australia pada 2004.
Kemarin (22/10), Bambang sebetulnya sudah memastikan dirinya tidak akan kembali menempati jabatan menteri PPN/Bappenas.
"Fokus ke perkuatan SDM (sumber daya manusia) tapi tidak lama tingkatkan daya saing di industri, pertanian dan lain-lain. Beliau (Jokowi) minta untuk tingkatkan SDM dari sisi daya saing. Pokoknya ini tugas baru," kata dia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10). (evn)