"Penggunaan iOS 13 secara besar-besaran dapat mengurangi fragmentasi platform iOS. Artinya, dapat memberikan pengalaman yang jauh lebih baik karena fitur-fitur baru yang ditawarkan akan merata ke seluruh perangkat iOS," kata analis ABI Research David McQueen.
Lain halnya dengan Android yang tidak bisa menggulirkan pembaruan OS secara serentak. Sebab, OS Android terdiri dari berbagai macam merek ponsel. McQueen pun menyebut adopsi OS Android terbaru kalah cepat dengan iOS 13.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat Android melakukan pembaruan, para pengembang perlu menyesuaikan pembaruan ini dengan antar muka mereka sendiri. Itu sebabnya, pembaruan Android kerap meluncur pada waktu berbeda pada tiap vendor.
Tak cuma iOS, ABI Research mencatat sistem operasi iPadOS untuk tablet Apple juga tercatat telah diunduh sebanyak 41 persen pengguna. Sistem operasi ini dirilis satu minggu setelah iOS 13.
Sebelumnya, Apple resmi merilis iOS 13 dan iPad OS pada 19 September 2019. Sebetulnya iPadOS hampir sama dengan iOS 13 namun ada sejumlah fitur yang berbeda khusus iPad seperti kemampuan multitasking terbaru.
Selain itu, iOS 13 juga membawa mode gelap atau Dark Mode untuk menghemat baterai. Mode gelap membuat mata lebih nyaman melihat layar di lingkungan dengan cahaya yang redup.
Sedangkan iPadOS menyediakan sejumlah fitur anyar, salah satu perubahan yang cukup signifikan adalah perubahan UI pada beranda (Home). Jarak antara ikon aplikasi dibuat rapat agar bisa membuat banyak aplikasi.
Sistem operasi iPadOS juga memiliki fitur yang membuat pengguna bisa memiliki satu set aplikasi favorit yang seolah ditumpuk seperti dek kartu. Tumpukan aplikasi ini bisa diusap atau swipe untuk melihat aplikasi lainnya. (din/eks)