Ketua Laporan Hurun Report Rupert Hoogewerf pun menyebut sejumlah perusahaan swasta baru dari negeri tirai bambu itu telah meraup investasi lebih dari US$1 miliar dibanding AS.
"China dan AS mendominasi lebih dari 80 persen unicorn yang dikenal dunia, meskipun hanya mewakili setengah dari PDB [produk domestik bruto] dan seperempat dari populasi dunia," kata Hoogewerf dikutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan angka unicorn di China terbilang cukup cepat. Pasalnya pada Mei 2019, perusahaan riset Visual Capitalist menyebut hanya ada 94 unicorn di China dan 156 di AS.
"Alibaba misalnya memulai dengan Alipay sebelum memutar bisnis fintech-nya menjadi Ant Financial pada 2014," pungkas Hoogewerf.
Lihat juga:3 Kisah Sukses Startup Jadi Unicorn |
Usai menyatakan pensiun dari perusahaan yang didirikannya, Ma menyatakan akan mendedikasikan diri untuk sektor pendidikan. Hal tersebut diungkapnya melalui surat pamit yang diunggah secara daring setahun silam, tepat saat ia merayakan ulang tahun ke-54.
"Saya masih memiliki banyak impian untuk dikejar, saya berencana untuk melanjutkan peran saya sebagai mitra pendiri dalam kemitraan Alibaba. Saya juga ingin kembali ke sektor pendidikan karena ini yang saya sukai," kata Ma. (din/eks)