LAPORAN DARI JEPANG

Toyota Yaris Baru Tak Masuk Indonesia

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 17:28 WIB
Toyota Yaris Baru Tak Masuk Indonesia Generasi baru Toyota Yaris. (CNN Indonesia/ M. Ikhsan)
Tokyo, CNN Indonesia -- All-new Toyota Yaris merupakan produk mobil terbaru yang ditampilkan di Tokyo Motor Show (TMS) 2019. Mobil penumpang berdaya tampung lima penumpang dewasa itu mejeng di Aomi, Mega Web, Tokyo, Jepang.

Model generasi baru ini sebenarnya sudah diperkenalkan lebih dulu pada 16 Oktober. Toyota menjelaskan mobil ini bakal dijual perdana di Jepang pada Februari 2020.

Toyota Yaris Baru Tak Masuk IndonesiaInterior Generasi baru Toyota Yaris. (CNN Indonesia/ M. Ikhsan)
Yaris sekarang dirancang menggunakan platform TNGA yang diklaim membuatnya makin ringan 50 kg dengan titik gravitasi lebih rendah 15 mm.


Ukuran dimensi baru Yaris yakni panjang 3,94 m, lebar 1,695 m, dan tinggi 1,49 m. Jarak wheelbase yang dimiliki mobil ini 2,55 m.

Yaris baru cukup menyita perhatian pengunjung pameran otomotif berkat sejumlah ubahan yang dialaminya. Untuk konsumennya, Toyota menyediakan Yaris 1.500 cc Hybrid, 1.500 cc bensin dan 1.000 cc bensin guna menggoda konsumen berjiwa muda.

Namun tampaknya konsumen di Indonesia harus menahan diri meminang mobil tersebut. Sebab PT Toyota-Astra Motor (TAM) tidak ada rencana meluncurkan Yaris baru di Indonesia.

Direktur Marketing TAM Anton Jimmy Suwandi menjelaskan, Yaris baru yang tampil di TMS untuk pasar otomotif Jepang dan sejumlah negara lain, berbeda dengan Yaris untuk Indonesia. Artinya Yaris model terbaru tidak akan menyapa konsumen di dalam negeri.

Toyota Yaris Baru Tak Masuk IndonesiaGenerasi baru Toyota Yaris. (CNN Indonesia/ M. Ikhsan)
"Beda ya ini Yaris untuk Jepang. Yaris Indonesia baru saja minor change di tahun lalu," ucap Anton kepada CNNIndonesia,com di Jepang, Rabu (24/10).

Toyota menyediakan Yaris hybrid untuk konsumennya selain di Indonesia. Ketika disinggung kemungkinan Yaris hybrid masuk Indonesia, Anton pun mengelak.

"Belum tahu [Yaris hybrid untuk Indonesia]. Saya belum bisa sampaikan," ucap Anton. (mik/fea)