Dikutip dari Space.com, Israel setelah sempat tarik ulur dengan misi lanjutan Beresheet akhir mengungkap akan melanjutkan misi tersebut.
"Kami sangat bangga dan senang dengan misi Beresheet," ungkap Ehud Hayun, seorang insinyur sistem ruang angkasa di Israel Aerospace Industries dikutip dari Space.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hayun mengungkap Beresheet dirancang semurah mungkin dengan banderol harga misi sekitar US$100 juta.
Hayun pun menambahkan misi tersebut harus mengatasi beberapa tantangan dan anomali dalam perjalanan menuju pendaratan di bulan. Jalur panjang dan berputar ke bulan memungkinkan peluncuran yang lebih murah.
Meskipun pendaratan sulit, Israel tidak memiliki niat untuk berhenti mengejar bulan. Tim di belakang Beresheet sebagian besar tetap bertahan dan mereka berniat untuk terbang versi pendarat baru dalam dua atau 2,5 tahun.
Pesawat ruang angkasa penerus akan mencakup beberapa perubahan desain yang dimaksudkan untuk meningkatkan peluang misi untuk mendarat dengan lembut. Versi baru akan membawa komputer yang ditingkatkan. Pesawat pun akan dipersenjatai dengan sistem penghindaran rintangan untuk mendarat. (age)