SpaceX sendiri belum menentukan tarif berlangganan yang akan dikenakan bagi calon pengguna. Namun Presiden dan COO SpaceX Gwynne Shotwell mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan studi soal harga yang tepat.
Menurut Shotwell, saat ini warga AS harus membayar cukup mahal untuk berlangganan internet dengan layanan yang buruk. Namun dirinya juga menjelaskan target segmen Starlink yakni daerah yang konektivitasnya masih sangat rendah seperti di pedesaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami membutuhkan 24 peluncuran untuk mendapatkan cakupan global," katanya pada Space News.
CEO SpaceX Elon Musk pada Selasa (22/10) telah mencoba layanan internet miliknya tersebut lewat cuitannya di Twitter.
[Gambas:Twitter]
Beberapa waktu yang lalu Starlink sempat meminta persetujuan pada International Telecomunication Union untuk menyetujui 30.000 satelit tambahan Starlink tambahan. Sebelumnya pihak otoritas AS telah menyetuji sebanyk 12.000 unit.
Menurut Business Insider, perkiraan biaya per-satelit juga mungkin lebih rendah dari US$ 1 juta. Elon Musk mengatakan biaya peluncuran tiap satelit lebih mahal dari biaya satelit itu sendiri. (ndn/age)