"Iya [sedang dipelajari], kami sudah identifikasi. Jadi ada 100 bus yang sedang kami remajakan," kata Syafrin di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (27/10).
Ia mengatakan pihak Transjakarta sedang mencari bus listrik dengan harga 'bersahabat'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bus dari dua penyedia itu sudah diuji coba dan hasilnya dikatakan cukup memuaskan untuk dijadikan model transportasi baru buat Jakarta. Selain itu kedua bus juga diklaim sesuai uji tipe dan memenuhi ketentuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan jika bus listrik baru terlalu mahal dibanding versi mesin bakar, pemerintah nantinya bakal sulit menentukan public service obligation (PSO) atau subsidi ke Transjakarta.
Lebih dari itu ia mengaku tidak bisa memprediksi di antara dua merek bus itu mana yang lebih masuk akal harganya buat Transjakarta.
"Saya tidak bisa sampaikan itu. Tapi yang baru masuk ke kami itu hanya BYD dan MAB saja," kata Syafrin. (ryh/fea)