Kasubdit III Dittipidsiber Kurniadi menyebutkan betapa internet bisa berdampak positif sekaligus berdampak negatif terhadap kehidupan manusia.
Ia mengatakan, pertama-tama saat ini internet bisa menghubungkan silahturahmi orang-orang yang telah lama tak berhubungan. Akan tetapi, pada akhirnya kemudahan tersebut menimbulkan risiko penipuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya pernah ada hoaks bahwa posisi ulama tidak aman. Karena Februari 2018 seorang ulama diserang oleh orang gila yang diatur oleh kelompok tertentu. Padahal dia beraksi sendiri. Ini akan ganggu kehidupan dalam hidup kita," kata Kurniadi.
Lihat juga:Jejak 50 Tahun Jaringan Internet |
Fenomena post truth membuat manusia percaya yang ia sukai, meski hal tersebut merupakan hoaks. Ia tidak akan peduli dengan hal yang ia tidak sukai meskipun hal tersebut valid kebenarannya. Ia bisa menolak kebenaran tersebut.
"Ini bisa ada propaganda. Bentuknya bagiamana pikiran kita diberikan pendapat yang tidak benar yang ada di pikiran kita sehingga yang tidak benar jadi kebenaran. Ini sudah terjadi saat sebelum Pemilu 2019," ujar Kurniadi. (jnp/evn)