Dikutip dari BNN Bloomberg, antara Januari 2018 hingga Mei 2019, NSO membuat akun WhatsApp yang digunakannya untuk mengirim kode jahat ke perangkat yang ditargetkan.
Hal ini berdasarkan gugatan yang diajukan ke pengadilan federal di San Francisco. Akun palsu dibuat menggunakan nomor telepon yang terdaftar di berbagai negara, termasuk Siprus, Israel, Brasil, Indonesia, Swedia, dan Belanda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Facebook Bagi Tips Amankan Akun Media Sosial |
Kelompok hak asasi manusia dan para peneliti telah memperingatkan kehadiran NSO selama bertahun-tahun.
Tetapi whistle blower AS Edward Snowden menuduh perusahaan itu membantu Arab Saudi melacak dan membunuh kritikus pemerintah Jamal Khashoggi.
WhatsApp mengatakan telah memperbaiki kerentanan. Meskipun tidak menyebutkan NSO Group untuk mengeksploitasi kerentanan, kelompok Israel secara luas diyakini berada di belakangnya.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia, termasuk Amnesty International dan Citizen Lab, menuduh NSO Group menjual malware-nya kepada rezim yang menindas untuk tujuan mengawasi para pembangkang. (age)