Malwarebytes Labs menemukan keberadaan virus ini pada Maret 2019 dan meyakini sebagai Trojan yang menginfeksi perangkat Android. Virus ini kebanakan menyasar pengguna di India, Amerika Serikat, dan Rusia.
"Dalam sebulan terakhir saja, rata-rata ada 131 perangkat terinfeksi setiap harinya dan rata-rata 2.400 perangkat yang terus menerus terinfeksi sepanjang bulan," tulis tim peneliti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan virus kebanyakan, Xhelper bisa menyembunyikan dirinya dari pengguna. Kendati pengguna sudah melepas (uninstall), namun Xhelper akan memasang kembali (reinstall) sendiri dan didesain untuk tetap tersembunyi dari sistem.
Symantec mengungkapkan masih melakukan investigasi terkait misteri di balik kemunculan Xhelper. Virus ini diduga muncul setelah diunduh oleh pengguna dari sumber yang tidak diketahui melalui sistem aplikasi yang telah terinfeksi malicious.
Lihat juga:Daftar Smartphone yang Dapat Android 10 |
Selain tetap berjalan di latar (background), Xhelper mempelajari perilaku pengguna ponsel tanpa memunculkan ikon di menu utama. (evn)