[Gambas:Instagram]
Sebelumnya, video longsoran yang menyerupai likuefaksi itu viral lewat pesan berantai grup pembicaraan di aplikasi Whatsapp dan media sosial warga di kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Peneliti bidang Geoteknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adrin Tohari menyebut longsoran ini berbeda dengan likuefaksi yang terjadi di Palu. Perbedaannya terletak dari pemicu longsor aliran. Longsor aliran di Palu disebabkan oleh gempa, sementara longsor di daerah tambang akibat hujan atau ulah manusia.
"Perbedaaan dengan likuifaksi yang terjadi di Palu adalah pemicunya. Likuifaksi dipicu oleh gempa, sedangkan longsoran ditambang dipicu oleh kejenuhan lapisan tanah oleh hujan atau karena kesalahan pemotongan lereng. Untuk kasus di Kaltara ini perlu di cek apakah kejadian kelongsoran itu setelah hujan atau tidak," kata Adrin saat dihubungi via teks kepada CNNIndonesia.com, Kamis (31/10).
Lebih lanjut, menurutnya daerah tambang batu bara biasanya memang terdapat lapisan lempung lunak di bawah permukaan tanah. Lapisan lempung lunak inilah yang menyebabkan terjadinya longsoran.
Apalagi jika kondisi hujan, maka akan meningkatkan kondisi muka air di daerah tambang bertanah lempung. Hal ini memperbesar potensi longsor aliran. Sebab, faktor kenaikan muka air tanah menyebabkan kenaikan tekanan air di lapisan lempung. Akibatnya, lapisan lempung mudah bergeser.
"Kondisi kejenuhan tanah di bagian dasar lereng tersebut menyebabkan kelongsoran berubah menjadi aliran (flow slide)," kata Adrin.
Adrin menjelaskan kondisi tanah yang jenuh air itu artinya pori-pori dalam massa tanah sudah terisi oleh air. Secara singkat, jenuh air adalah kondisi di mana tanah sudah tidak mampu lagi menampung air ke dalam porinya. Sehingga biasanya menimbulkan genangan.
Untuk menghindari longsor aliran, perlu diperhatikan keberadaan lapisan lempung lunak dan aliran air di dalam lereng dalam aktivitas tambang terbuka. Selain itu perlu sistem pemantauan bahaya kelongsoran untuk memberikan peringatan dini secara cepat dan efektif. (jnp/eks)