Nama Taurid sendiri diambil dari nama rasi bintang Taurus yang juga merupakan arah datanya hujan meteor ini. Taurid juga dikenal sebagai hujan meteor dengan pancaran cahaya yang cukup terang.
Hal ini disebabkan oleh ukuran serpihan meteor yang lebih besar dibanding dengan meteor lainnya sehingga tak heran jika hujan meteor ini juga disebut fireballs.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komet Encke memiliki periode orbital yang cukup pendek yaitu hanya membutuhkan 3,3 tahun untuk sekali mengelilingi matahari. Sementara asteroid 2004 TG10 merupakan kelompok asteroid Apollo yang termasuk asteorid dekat Bumi.
[Gambas:Video CNN]
Dilansir dari EarthSky, 4 hingga 6 November merupakan waktu yang paling tepat untuk mengamati hujan meteor yang kerap disebut Halloween Fireballs ini. Taurid akan jatuh dengan jumlah yang relatif sedikit yakni rata-rata sekitar 5 meteor per jam.
Fenomena ini merupakan salah satu hujan meteor yang cukup dinanti setiap tahunnya. Kecepatan Taurid yang terbilang lambat dan bola api yang berwarna oranye hingga warna-warni akan sangat indah bila diabadikan dalam bentuk foto.
Hujan meteor lainnya yakni Taurid Utara juga turut meramaikan fenomena astronomis bulan November ini. Menurut American Meteor Society, terpecahnya aliran hujan meteor ini menjadi dua diakibatkan oleh gangguan dari Planet Jupiter pada bidang puing komet Encke.
Sayangnya Taurid yang satu ini tidak menunjukkan puncak yang cukup kuat. Diperkirakan Taurid Utara akan memasuki puncaknya pada 12 November mendatang. Kedua hujan meteor ini tetap dapat disaksikan dan akan saling bertumpang tindih di minggu pertama November.
Namun sayangnya, peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Rhorom Priyatikanto mengatakan fenomena ini akan sulit diamati di Indonesia. Kondisi lingkungan dan jumlah meteor cukup mempengaruhi visibilitasnya.
"Hujan meteor Taurid sepertinya akan lewat begitu saja karena intensitas yang rendah dan menuntut lokasi pengamatan yang ideal, yakni daerah gelap jauh dari polusi cahaya," jelas Rhorom kepada CNNIndonesia.com.