"Twitter from TWITTER," cuit Dorsey di akun Twitter resmi miliknya @jack, Rabu (6/11).
Cuitan Dorsey tampaknya merujuk pada logo baru perusahaan milik Mark Zuckerberg itu, dari semula 'Facebook' kemudian diubah dengan tipografi yang lebih jelas 'FACEBOOK'. Tujuannya, untuk menonjolkan perbedaan visual antara perusahaan induk dan aplikasi Facebook itu sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, Dorsey menyebutkan rincian penghentian akan diumumkan bulan depan dan diberlakukan mulai 22 November. Dengan kebijakan tersebut, pihaknya akan melarang iklan mengenai pembahasan politik dari para kandidat.
[Gambas:Video CNN]
Dikutip dari AFP, larangan dilakukan karena iklan di internet sangat berpengaruh dan berpotensi membawa risiko signifikan bagi politik di berbagai negara.
Kepala keuangan Twitter Ned Segal mengatakan keputusan tersebut didasarkan pada prinsip, bukan soal materi.
Kebijakan itu merupakan respons atas kebijakan kontroversial Facebook yang membiarkan politisi untuk bebas 'berkeliaran' dalam iklan politik tanpa pemeriksaan fakta.