Masinis Jajan ke Warung, Netizen: Masinis juga Manusia

CNN Indonesia | Jumat, 08/11/2019 15:41 WIB
Masinis Jajan ke Warung, Netizen: Masinis juga Manusia Ilustrasi masinis kereta api. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Akun Instagram @drama.kereta hari ini mengunggah sebuah video, yang menunjukkan seorang asisten masinis turun dari kereta saat berhenti di perlintasan lalu jajan ke sebuah warung. Sontak, netizen Twitter pun riuh.

Seperti yang dicuitkan akun @abu_waras, dia merespons bahwa masinis juga 'manusia biasa' yang butuh asupan makanan.

"Ingat, masinis juga manusia. Mungkin dia belum sarapan, jadi beli sarapan dulu. Daripada bawa kereta sambil perut keroncongan dan dangdutan sehingga gagal fokus, maka bisa berakibat fatal," kata dia.





Lain halnya dengan akun @vanwalker777, dia mempertanyakan mengapa banyak masinis dan pilot memiliki paras yang tampan.

"Dilihat-lihat, kenapa masinis dan pilot itu orangnya cakep-cakep ya. Heran aku tuh," cuitnya.



Pihak PT Kereta Api Indonesia pun buru-buru mengunggah klarifikasi melalui keterangan pers di laman resminya. PT KAI menyebut kejadian berlangsung pada 31 Oktober 2019, yang melibatkan KA Pangrango rute Sukabumi-Bogor nomor 393.

Menurut VP Public Relations KAI, Edy Kuswoyo mengatakan penutupan perlintasan sebidang tersebut bukan karena sedang menunggu asisten masinis membeli jajanan di warung, melainkan sedang menunggu penumpang naik dan turun kereta di Stasiun Parungkuda, Sukabumi.

"Tidak benar bahwa penutupan tersebut dikarenakan menunggu masinis yang sedang membeli makanan," tulisnya.

Lebih lanjut PT KAI menjelaskan bahwa setiap kereta api yang berhenti di Stasiun Parungkuda, lokomotifnya akan menutup Jalan Parakan Salak yang tepat berada di ujung emplasemen stasiun.

Sebab, stasiun yang kecil dan emplasemen stasiun yang tidak cukup panjang, sehingga posisi Semboyan 10 G yang merupakan tanda berhenti lokomotif berada sejajar dengan perlintasan sebidang.

"Kejadian penutupan perlintasan tersebut selalu terjadi setiap harinya dan merupakan hal yang normal terjadi di Stasiun Parungkuda," pungkas Edy. (din/mik)