"Pas saya ke Samsat, lah kok muncul roda empat, ada tiga unit atas nama saya," kata Edi saat dihubungi melalui telepon, Jumat (8/11).
Tukang sandal dan sepatu keliling ini tahu namanya digunakan seseorang ketika hendak memblokir STNK motornya di Samsat karena sudah dijual. Namun pihak Samsat justru membeberkan informasi yang mengejutkan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KJP Anak Ditahan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ada pemberitahuan dari sekolah, itu kan buat orang tidak mampu, kalau orang tua punya lebih kendaraan ya anak tidak bisa dapat KJP," kata dia.
Edi pun cemas ke depan tidak bisa mendapat subsidi pemerintah tersebut untuk membantu biaya pendidikan anaknya itu.
"Saya tidak tau makanya apa sudah disetop apa belum KJP anak saya belum ada pemberitahuan lagi dari sekolah. Biasanya kan KJP cair pas tanggal 20 atau sebelum 20," kata Edi.
[Gambas:Video CNN]
Sempat Hilang KTP
Edi mengaku dua tahun lalu dirinya pernah kehilangan KTP. Ia pun menduga saat KTP-nya hilang, digunakan oleh orang tak bertanggungjawab untuk membeli mobil mewah atas nama dirinya.
Namun Edi tak tau apakah tiga mobil mewah itu dibeli saat KTP-nya hilang dua tahun lalu atau tidak.
"Iya awalnya pernah kehilangan KTP dua tahun lalu di koperasi dua tahun lalu," kata Edi yang berdomisili di kawasan Jakarta Selatan.