Pengumuman ini makin memperuncing persaingan teknologi negara ini dengan Amerika Serikat. Sejumlah kementerian di pemerintahan dan institusi penelitian telah membuat kelompok penelitian dan pengembangan teknologi nasional. Hal ini merujuk pada pernyataan dari Kementerian Teknologi dan Sains China yang dipublikasikan, Rabu (6/11).
Kelompok penelitian ini terdiri dari departemen pemerintahan yang bertanggung jawab atas pengembangan 6G. Tim lain dibentuk dari perwakilan 37 universitas, institusi penelitian, dan perusahaan yang akan menjadi penasihat dan mengurusi sisi teknis pelaksanaan 6G, seperti dilaporkan CNBC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Susul Korsel, China Ikut Luncurkan 5G |
Jaringan 5G digadang-gadang akan menjadi landasan bagi digelarnya teknologi mobil pintar dan virtual reality.
Di sisi lain, perangkat telekomunikasi 5G menjadi salah satu sumber ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China. AS sendiri telah menjegal Huawei di negara itu dengan isu keamanan.
[Gambas:Video CNN]
Presiden AS Donald Trump sempat mendeklarasikan agar AS menjadi pemimpin teknologi 6G. Ia menekankan agar negara itu tidak tertinggal dalam teknologi ini.
Namun, hingga saat ini masih belum ada kesepakatan soal jaringan yang akan digunakan pada jaringan 6G ini.
Persaingan untuk menguasai jaringan 6G tampaknya makin ketat. Sebab, Samsung pun sudah mulai melakukan penelitian jaringan 5G di Korea Selatan.
Menurut pimpinan proyek tersebut, teknologi 6G akan memenuhi kebutuhan kapasitas dan latensi yang dijanjikan 5G. Sebab teknologi ini memiliki arsitektur yang berbeda. Jaringan ini bisa disisipi kecerdasan buatan dan bisa memberi kecepatan koneksi hingga 1 Tbps. (eks)