Pemerhati telekomunikasi Nonot Harsono menjelaskan bahwa pemerintah memberikan lisensi WiMAX kepada beberapa perusahaan sejak 10 tahun lalu. Namun, mayoritas perusahaan penyelenggara WiMAX sudah gulung tikar dan mengembalikan lisensi yang dimilikinya kepada pemerintah.
Hal itu diungkapkan Nonot dalam siaran pers seperti dikutip Antara, Sabtu (10/11). Menurut dia, saat ini, hanya satu perusahaan yang masih tersisa, yaitu PT Berca Hardaya Perkasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan berbeda, Pengamat teknologi dan informatika ICT Institute Heru Sutadi berharap Menkominfo Johnny G. Plate menyelesaikan dan membenahi masalah operator WiMAX yang ada melalui evaluasi menyeluruh, salah satunya dengan mengevaluasi komitmen pembangunan yang telah dilakukan oleh operator WiMAX.
Menurut dia, jika Berca ingin tetap beroperasi, pemerintah seharusnya meningkatkan komitmen sesuai komitmen pembangunan layaknya operator telekomunikasi lain.
Jika tak dipenuhi, ia mengimbau pemerintah dapat meminta frekuensi dikembalikan agar dapat digunakan dengan lebih efektif.
"Dengan segera melelang frekuensi 2.300 MHz pada zona yang kosong dipastikan PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) tahun pertama dari Menkominfo Johnny G. Plate akan meningkat," katanya.
[Gambas:Video CNN] (antara/lav)