Hal ini seperti dicuitkan akun Instagram Bina Marga DKI Jakarta. Dalam cuitannya, Bina Marga mengimbau agar warga tidak menaiki skuter listrik di jembatan penyeberangan lantaran merusak fasilitas umum itu.
[Gambas:Instagram]
Netizen pun lantas ramai membicarakan soal penggunaan skuter listrik yang merusak JPO. Seperti dicuitkan akun @senyumduludong_ Menurutnya selain merusak JPO, penggunaan GrabWheels di jembatan penyeberangan mengganggu pejalan kaki yang lain.
Lihat juga:Cara Sewa Skuter Listrik GrabWheels |
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Pengguna GrabWheels juga dianggap mirip seperti pengguna motor yang kerap melanggar peraturan sesuka hati.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Video CNN]
Akun @putrikusuma18 menyebut pengguna skuter listrik ini juga kerap tak mengindahkan aturan yang tercantum di GrabWheels. Menurutnya, pengguna sudah diimbau untuk menghindari jalan raya saat menggunakan GrabWheels. Namun, peringatan ini masih kerap dilanggar.
[Gambas:Twitter]
Akun @joymonsuta malah menganggap GrabWheels yang menurutnya perlu dilarang atau setidaknya diregulasi.
[Gambas:Twitter]
Sementara cuitan kritik bernada kocak juga dilontarkan @Ekocahyono_. Ia kerap melihat skuter listrik itu digunakan dua orang sekaligus.
[Gambas:Twitter]
Belakangan beberapa netizen menyebut GrabWheel ditarik dari sejumlah ruas jalan di kawasan Sudirman. Namun, pihak Grab Indonesia belum mengonfirmasilkan hal ini saat dihubungi CNNIndonesia.com.
[Gambas:Twitter]
Lihat juga:Singapura Larang Skuter Listrik di Trotoar |
Pengendara skuter listrik di Singapura hanya bisa digunakan pada jalur khusus sepeda. Lajur khusus ini tersedia sepanjang 440 kilometer di seluruh wilayah Singapura.
Singapura menjadi negara ketiga yang melarang penggunaan skuter listrik di trotoar setelah sebelumnya Jerman dan Prancis memberlakukan larangan serupa.