Laporan dari India

Mengendus Mahindra Sampai ke India

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Rabu, 13/11/2019 12:00 WIB
Mengendus Mahindra Sampai ke India Pintu gerbang pabrik Mahindra yang terletak di Chakan, Pune, India. (Foto: Mahindra)
Pune, CNN Indonesia -- Perusahaan otomotif asal India Mahindra tahun ini menunjukkan keseriusannya di Indonesia, salah satunya dengan meluncurkan pikap Scorpio pada Kamis, (17/10), dengan harapan bisa menyemarakkan pasar otomotif dalam negeri.

Seluruh mata menyoroti kehadiran Mahindra Scorpio karena dengan produk kendaraan komersial itu pabrikan mencoba peruntungan bisnis otomotif di Indonesia.

Mahindra hadir berkat perpanjangan tangan rekan barunya, RMA Indonesia yang merupakan pemegang layanan purna jual Ford di dalam negeri. Kehadiran RMA Indonesia praktis memutuskan keagenan Tawang Swasti Rawikara sebagai agen pemegang merek Mahindra sejak 2013.


Kehebatan Mahindra masih menjadi tanda tanya sebagian konsumen di dalam negeri, terkait kualitas produk dan kemampuan pabriknya di India memenuhi pasar domestik.

Di tengah munculnya pertanyaan-pertanyaan itu, CNNIndonesia.com mendapat undangan ke India untuk membuktikan kemampuan perusahaan dalam skala global beberapa waktu lalu. Lokasi yang dituju adalah pabrik Mahindra terletak di Chakan, Pune, India.


Aktivitas pekerja di pabrik Mahindra & Mahindra Ltd, Chakan, Pune, India.Aktivitas pekerja di pabrik Mahindra & Mahindra Ltd, Chakan, Pune, India. (Foto: Mahindra)
Mahindra & Mahindra Ltd mendirikan pabrik di atas lahan seluas 283,28 hektare dengan kemampuan produksi hingga 320 ribu unit kendaraan tiap tahunnya.

Pabrik itu menghasilkan berbagai jenis kendaraan mulai sport utility vehicle (SUV), multi purpose vehicle (MPV), hingga mobil komersial. Kendaraan tersebut tak hanya diproduksi untuk pasar domestik India, tetapi juga untuk dieskpor ke sekitar 32 negara.

Hasil pengamatan CNNIndonesia.com pabrik terbagi menjadi sejumlah bagian mulai dari press line, welding shop atau tempat pengelasan, body shop atau tempat pengecatan, assembly lines atau jalur perakitan, engine and transaxle, quality control, hingga untuk kebutuhan completely knock down (CKD).

Pabrik tersebut terbilang sudah modern. Sebab, dalam proses pembuatan komponen mobil, tak hanya mengandalkan tenaga manusia saja, tetapi juga mengandalkan kecepatan robot.

Para pekerjanya dituntut untuk disiplin dalam mematuhi setiap aturan perusahaan demi keselamatan bekerja.

Saking ketatnya aturan di dalam pabrik, CNNIndonesia.com bahkan tak bisa mengabadikan aktivitas pekerja saat memproduksi kendaraan. Hal ini merupakan bagian dari prosedur keamanan pabrik.

Di lokasi pabrik itu pula terdapat area test drive yang dapat digunakan untuk menjajal langsung kendaraan yang telah selesai dirakit.

Mahindra & Mahindra Ltd mendirikan pabrik di atas lahan seluas 283,28 hektare.Mahindra & Mahindra Ltd mendirikan pabrik di atas lahan seluas 283,28 hektare. (Foto: Mahindra)
Mahindra Melihat Pasar Otomotif Indonesia

Keseriusan Mahindra lantas tak langsung menggenjot dengan mendirikan fasilitas produksinya di Indonesia. Perusahaan menahan diri untuk menggelontorkan berbagai model kendaraan untuk konsumennya. Langkah awal yang diambil yaitu fokus memperkuat citra merek di Tanah Air lewat kendaraan komersial Scorpio.

Chief of International Operations Mahindra and Mahindra Ltd., Arvind Mathew menuturkan pihaknya tak ingin terburu-buru mendatangkan semua jenis produknya ke Indonesia. Alasannya, Mahindra memiliki rencana bisnis jangka panjang di Indonesia.

Tahun pertama di Indonesia, Mahindra berencana membangun 14 dealer atau lokasi penjualan untuk mobil komersialnya. Kemudian, di tahun kedua, Mahindra berencana menambah dealernya di berbagai lokasi di Indonesia.

Baru pada tahun ketiga, Mahindra bakal memulai studi untuk rencana meniagakan mobil penumpang di Indonesia.

Menurut Mathew, jika nantinya Mahindra bakal menjual mobil penumpang di Indonesia, maka pihaknya juga mesti membangun fasilitas produksi. Tujuannya agar bisa mengakomodir permintaan pasar Indonesia.

"Kita harus perakitan lokal di Indonesia, atau dengan kata lain membangun pabrik, tapi ini rencana jangka panjang kita," ucap Mathew di Mahindra Tower, Mumbai.

Ditemui di lokasi sama, Head of International Operations Automotive Mahindra and Mahindra Ltd., Joydepp Moitra menuturkan strategi itu juga diterapkan di sejumlah negara tujuan ekspansi bisnis perusahaan.

"Strateginya fokus pada satu segmen, memenuhi permintaan dan kebutuhan pasar, dan membangun brand image. Harapannya, dalam dua sampai tiga tahun ke depan masyarakat bisa mengatakan Mahindra adalah kendaraan tangguh, dan tujuan kami tercapai," tutur Moitra.

Perusahaan melihat ada perbedaan karakter konsumen mobil komersial dan mobil penumpang di Indonesia. Untuk segmen kendaraan komersial, konsumen umumnya lebih melihat kemampuan produk dibanding citra mereknya.

"Di mobil penumpang, brand image itu penting, dan jaringan after sales sangat diperhatikan," ucap Moitra.

Mahindra Marazzo diproduksi di pabrik Mahindra, Chakan, Pune, India.Mahindra Marazzo diproduksi di pabrik Mahindra, Chakan, Pune, India. (Foto: CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Mobil Penumpang Mahindra untuk Indonesia

Mahindra memproduksi kendaraan Scorpio dan mobil penumpang SUV dan MPV untuk memenuhi pasar domestik dan pasar luar negeri termasuk Indonesia.

Untuk masuk pasar kendaraan penumpang Indonesia, tentu setiap model kendaraan harus punya ciri khas untuk menarik perhatian konsumen, entah itu desain, fitur pendukung atau harga yang sesuai isi kantong.

Di Indonesia, perusahaan melihat mobil penumpang jenis MPV yang paling berpeluang dijual. Di kelas ini, Mahindra memiliki jagoannya yakni Marazzo.

Strategi pabrikan sangat beralasan mengingat MPV sangat diminati pasar. Dalam beberapa tahun terakhir, kontribusi MPV di atas 50 persen penjualan otomotif nasional.

Namun kendalanya perusahaan cuma memproduksi Marazzo dengan transmisi manual dan berbahan bakar solar sesuai permintaan pasar domestik India.

Untuk bisa masuk ke pasar Indonesia, perusahaan perlu melakukan 'modifikasi' terhadap MPV Marazzo, terlebih menurut mereka pasar Indonesia lebih gemar dengan mobil berbahan bakar bensin yang dilengkapi transmisi otomatis.

"Kami memerlukan waktu untuk melakukan studi dari mengembangkan kendaraan Marazzo, di Indonesia, MPV yang paling laris adalah bermesin bensin dan menggunakan transmisi otomatis," tutur Moitra.

(dis/mik)


BACA JUGA