Para ojol khawatir jika jumlah orderan dan pesanan menurun, pasalnya kini muncul larangan masuk, seperti salah satunya yang diberlakukan di Mapolda Jatim. Ojol dilarang memasuki area mapolda, dan batasnya mereka hanya boleh mengantarkan pesanan di depan gerbang.
"Ya khawatir saja nanti kalau imbasnya menurunnya order. Sekarang ini, orderan lagi rame-ramenya, kan bisa merugikan itu," kata Sigit, ditemui di gerbang Mapolda Jatim, Rabu (13/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau perketat penjagaan ya gak masalah sih, sejak bom di Polrestabes Surabaya juga sudah ada," ujarnya.
Sementara itu, Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur berharap agar masyarakat tak mudah berspekulasi, menyimpulkan terlalu jauh hingga berpikiran negatif terhadap para pengemudi ojol.
"Kita tunggu bersama hasil penyelidikan dan investigasi dari pihak kepolisian, masyarakat jangan berspekulasi" kata Humas PDOI Jatim, Daniel Lukas Rorong, saat dikonfirmasi.
"Pastikan jika barang yang akan dikirim tersebut bukan barang terlarang (narkoba) ataupun bahan peledak. Tetap bekerja profesional dan layani masyarakat," kata dia.
Sebelumnya, ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di lingkungan kantin Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara pada Rabu (13/11) pagi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga aksi bunuh diri dengan meledakkan diri menggunakan atribut ojek online. (mik/mik)