Keuntungan operasional jatuh menjadi sekitar US$278 juta (sekitar Rp3,916 triliun) pada kuartal kedua tahun fiskal yang berakhir pada 30 September.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nissan memprediksi penjualan global pada tahun fiskal yang berakhir pada 2020 turun menjadi 5,24 juta unit dari pencapaian tahun lalu 5,52 juta unit. Pada Juli lalu Nissan berpikir bisa mendapat penjualan global 5,54 juta unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Nissan Tunjuk CEO Baru |
"Kami tidak mengejar pangsa pasar. Kami tidak mengejar volume. Kami sangat fokus pada keberlangsungan pertumbuhan jangka panjang," ucap Corporate Vice President Nissan AS Stephen Ma.
Rapor merah ini menjadi cerita lanjutan Nissan usai perkara Carlos Ghosn di Jepang dimulai pada November 2018. Nissan juga diketahui sudah melakukan efisiensi global yang terasa sampai di Indonesia.
Nissan sudah menyatakan bakal merumahkan 12.500 karyawannya di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Nissan Motor Indonesia diketahui juga menutup satu dari dua pabrik yang berlokasi di Kota Industri Kota Bukit Indah, Purwakarta, Jawa Barat sejak Februari. (fea)