Honda Panggil Konsumen PCX150 untuk Periksa 'Sprocket Cam'

Febri Ardani, CNN Indonesia | Senin, 18/11/2019 13:18 WIB
Honda Panggil Konsumen PCX150 untuk Periksa 'Sprocket Cam' Honda PCX rakitan lokal. (Foto: Dok. Honda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Astra Honda Motor (AHM) mengonfirmasi tengah melakukan pemanggilan produk PCX150 eSP milik konsumen untuk pemeriksaan komponen vital pada bagian mesin. Berdasarkan informasi yang menyebar di internet komponen itu bisa mengakibatkan mesin motor mati 'mendadak'.

"Kami mengundang beberapa pengguna Honda PCX datang ke AHASS untuk dilakukan pemeriksaan dan analisa terhadap motornya. Undangan ini untuk memastikan semua motor Honda PCX dalam kondisi terbaik dan nyaman digunakan konsumen," kata Rina Listiani, Corporate Communication AHM kepada CNNIndonesia.com, Minggu (17/11).

Rina tidak menjelaskan terkait jadwal pemanggilan dan juga jumlah unit yang dipanggil, selain itu dia juga tidak mengonfirmasi aktivitas ini merupakan recall. Menurut dia tim mekanik AHASS akan memeriksa dan menganalisa sepeda motor konsumen untuk kemudian ditentukan tindakan yang perlu dilakukan.


"Jumlahnya tidak banyak. Beberapa konsumen," ucap Rina.

Ali Amrisyam, Media Relation dealer utama Honda, Wahana Makmur Sejati, juga mengonfirmasi ada upaya perbaikan massal PCX150. Dia mengungkap hal itu terkait komponen sprocket cam.

"Iya benar," kata Ali saat dihubungi via teks.

Isu recall seputar PCX150 bukan sekali terdengar. Sebelumnya pada April lalu konsumen melalui platform change.org pernah membuat petisi yang mendesak AHM melakukan recall.

Isi dalam petisi itu di antaranya menyebut keluhan soal bunyi 'gredek' pada putaran mesin rendah, tarikan gas berat dan kasar pada putaran mesin rendah, dan mesin mendadak mati.

Pada Mei, Direktur AHM Thomas Wijaya pernah menyatakan pihaknya tengah melakukan analisa terkait hal itu, namun belum bisa memutuskan recall pada PCX150.

"Jadi kami belum bisa recall, karena analisa belum keluar. Dan ada recall atau tidak, ini produk global, jadi penanganannya pasti akan cepat," ucap Thomas saat itu. (fea/mik)