Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R. Prabowo menyebut faktor menurunnya titik panas hari ini disebabkan oleh pertumbuhan awan hujan.
Selain itu, ada juga kegiatan mitigasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui laman Twitter @InfoHumasBMKG, provinsi Kalimantan Timur menjadi penyumbang titik panas (hotspot) paling banyak yaitu 52 titik, disusul Sumatera Selatan sebanyak 39 titik.
Sementara wilayah yang paling sedikit terdeteksi titik panas yaitu Jawa Tengah, Bali, dan Papua Barat masing-masing hanya memiliki satu titik.
Selain itu BMKG juga mencatat, selama sepekan (11-17 November 2019), jumlah titik panas di provinsi Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat terpantau mengalami penurunan. Sedangkan provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur sempat mengalami peningkatan.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Video CNN]
Lalu, berdasarkan laporan citra sebaran asap hari ini pukul 08.00 WIB, BMKG mencatat tidak terdeteksi asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Sebab arah angin di Sumatera dan Kalimantan mengarah dari Barat Laut lalu ke Utara sampai ke Tenggara serta ke arah Selatan.
[Gambas:Twitter]