Namun, analisis ini baru berdasarkan temuan potongan rahang semata. Peneliti belum menemukan kerangka lengkap dan tulang lain. Sehingga temuan ini masih dalam spekulasi.
Temuan rahang ini pertama kali ditemukan peneliti pada 1935. Mereka melihat fosil ini di sebuah toko obat tradisional di Hong Kong yang dijual sebagai gigi naga.
Lihat juga:NASA Bakal Berburu Fosil di Mars |
"Ini adalah spesies yang penuh teka-teki," kata Enrico Cappellini, seorang profesor di Fakultas Kesehatan dan Ilmu Kedokteran, Institut Globe Universitas Global Institut Copenhagen, Denmark.
"Ada hipotesis berbeda tentang apa yang bisa menjadi organisme hidup terdekat (dari fosil itu)."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Materi genetik (fosil ini) menyelesaikan perdebatan. Secara genetik, ini terlihat seperti orang utan," katanya, seperti dikutip CNN.
[Gambas:Video CNN]
Para peneliti mengungkap hubungan genetis ini dengan mengorek protein yang ada di gigi molar fosil primata itu. Hasil penelitian mereka ini dipublikasikan pada jurnal sains Nature, Rabu (13/11).
Satu-satunya bukti kera raksasa ini punah 300 ribu tahun lalu adalah temuan empat rahang dan ribuan gigi. Fosil ini sendiri berasal dari gua yang ada di selatan China. Sehingga mengungkap kemungkinan adanya hubungan evolusi antar kera ini dengan orang utan yang hidup. (eks)