Mantan Bos Nissan Ghosn Diizinkan Berbicara dengan Istrinya

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Jumat, 22/11/2019 10:36 WIB
Mantan Bos Nissan Ghosn Diizinkan Berbicara dengan Istrinya Mantan CEO Nissan, Carlos Ghosn memakai jas hitam. (Foto: Behrouz MEHRI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan CEO Nissan Carlos Ghosn dikabarkan diberikan izin untuk berbicara dengan istrinya untuk pertama kalinya sejak penangkapan Ghosn pada April 2019. Pengadilan Tokyo mencabut larangan berkomunikasi antara keduanya setelah mempertimbangkan alasan kemanusiaan.

Ghosn kembali ditangkap pada April 2019 setelah mendapat tuduhan menyalahgunakan wewenangnya saat menjadi bos Nissan. Saat ini Ghosn diamankan kepolisian Tokyo sembari menunggu persidangan atas empat tuduhan pelanggaran keuangan saat menjabat sebagai CEO Nissan.

Ghosn dapat berbicara dengan istrinya melalui konferensi video selama satu jam, berdasarkan juru bicara keluarga dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kamis (21/11) malam waktu Paris.


"Setelah delapan bulan tanpa komunikasi, kami telah diberi tahu bahwa Ghosn dan istrinya Carole hanya akan dapat berbicara melalui konferensi video," kata pernyataan itu dikutip dari AFP, Jumat (22/11).

Sejak penangkapan Ghosn terakhir kalinya, pengadilan Tokyo sebelumnya kembali melarang Ghosn menghubungi istrinya, Carole, kendati ada beberapa petisi dari tim hukum yang menyebut sebagai tindakan "kejam".

Pihak keluarga pun dibuat resah dengan keputusan Kejaksaan Jepang yang tidak memperbolehkan Ghosn berkomunikasi dengan istrinya.

Carole akhirnya bertindak meminta kepada kepada orang nomor di Amerika Serikat, Donald Trump untuk menolong kasus yang menimpa suaminya di Jepang, pada Pertemuan Pimpinan Negara G20 yang diselenggarakan di Osaka, Jepang pada 28-29 Juni.

"Saya ingin Presiden Trump berbicara kepada Perdana Menteri Abe untuk keadilan, masa penahanan yang adil dan berikan saya kesempatan berbicara dengan suami saya lagi, dan juga menghormati pengakuan tidak bersalahnya hingga benar-benar terbukti," Carole Ghosn dilansir AFP.

Carlos Ghosn ditangkap pada 19 November 2018 di Bandara Haneda, Jepang. Ghosn ditangkap karena diduga memanipulasi laporan keuangan, dan duga lain yaitu tidak melaporkan gajinya sebesar US$82 juta

Perusahaan aliansi Renault-Nissan dan Mitsubishi tidak mempertahankan Ghosn dari jabatannya. Masing-masing perusahaan telah melakukan restrukturisasi untuk menggantikan posisi Ghosn.

[Gambas:Video CNN] (AFP/mik)