Head of GrabKios Agung Nugroho mengatakan pihaknya menggandeng Bank Mandiri dan BNI dalam penyediaan fitur transfer. Bahkan tujuan bisa ke bank mana pun tak terbatas dua bank milik BUMN itu saja.
"Untuk domestic remittance, uangnya dikasih ke pemilik warung, dan warungnya nanti yang akan transferkan uangnya," ujar Agung di Jakarta, Kamis (7/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan dengan fitur serta sederet layanan tersebut, pemilik warung diharapkan lebih fleksibel karena tak harus menutup warung apabila ingin mengulak atau belanja stok dagangan. Tak hanya itu, warung GrabKios juga punya keunggulan dalam menjual hal lain yang berbau teknologi.
Romana, salah satu pemilik warung mengaku mendapatkan keuntungan lebih setelah bergabung dengan GrabKios, terutama untuk layanan domestic remittance tersebut. Dia mengatakan biaya transfer yang harus dibayarkan untuk GrabKios sekitar Rp6.500 sekali transfer.
"Kalau untuk transfer di bawah Rp500 ribu biayanya Rp6.500, biasanya saya kenakan charge jadi Rp10 ribu. Saya ambil selisihnya. Kalau untuk di atas Rp500 ribu, beda lagi," ujarnya.
Romana mengaku keuntungannya berjualan lebih baik dengan GrabKios. Sebelum bergabung, total pembelian dan penjualan pulsanya hanya di bawah Rp10 juta. Saat ini, dengan berbisnis jual-beli pulsa dia bisa meraup sekitar Rp20 juta. (fef)