Menurut hasil penelitian yang diterbitkan jurnal Science Advances, Najash rionegrina, ular yang hidup di gurun pasir ini memiliki kaki belakang. Fosil juga menunjukkan ular tidak seperti ular skolekofidian, melainkan ular bermulut besar dengan gigi tajam.
Sejak dulu, belum pernah ada penemuan fosil ular yang dapat menjelaskan bagaimana makhluk vertebrata ini benar-benar bertransisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ular Najash ini memiliki bagian tubuh primitif yang mirip dengan kadal, yaitu terdapat tulang pipi. Bentuk ini tidak akan ditemukan pada ular modern saat ini. Namun yang membedakannya dengan kadal adalah tengkoraknya yang sangat fleksibel sehingga memungkinkn ular untung menelan mangsa yang berukuran jauh lebih besar dari tubuhnya.
Penelitian dilakukan dengan cara memindai fosil dalam bentuk tiga dimensi untuk lebih memahami bagaimana jaringan tubuh dan juga struktur tubuh ular purba ini. Ternyata, hasilnya berhasil mengubah pemahan selama ini mengenai bagaimana ular berevolusi.
[Gambas:Video CNN]
Para peneliti berpendapat bahwa hanya ditemukan kaki belakang pada ular karena bagian kaki depannya telah hilang jauh lebih awal.
Setidaknya penemuan tengkorak Najash telah membuktikan bahwa ular masih memiliki hubungan dengan kadal besar. Sehingga menurut Live Science, temuan ini juga mematahkan anggapan sebelumnya bahwa ular telah berevolusi dari hewan berukuran kecil seperti cacing. (ndn/lav)