Saran ini dilontarkan karena ia menganggap WhatsApp telah gagal melindungi pengguna. Sebab aplikasi terebut kerap dijebol oleh aplikasi jahat (malware) seperti Trojan misalnya. Trojan ini digunakan untuk memata-matai isi ponsel pengguna.
"Anda harus menghapus WhatsApp dari ponsel [...] kecuali jika Anda tak keberatan ketika foto dan pesan yang Anda kirim terpapar ke publik suatu hari nanti," tulis Durov pada channel Telegram miliknya yang punya 335.000 pengikut.
Sebelumnya, WhatsApp juga dihantui oleh teror malware Pegasus buatan perusahaan Israel yang diklaim sangat canggih. Sebab, malware ini bisa mengintai semua kegiatan yang terjadi pada ponsel korban, termasuk membaca pesan, menyadap panggilan telepon, hingga video call.
Saat ini Telegram punya 200 juta pengguna aktif bulanan. Sementara WhatsApp punya 1,6 miliar pengguna aktif bulanan, seperti dikutip Forbes. Lantaran pengguna yang masih sedikit ini, bagi peretas Telegram tak menjadi ladang yang menarik seperti WhatApp.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, pada Mei lalu Durov sempat menyebut kalau WhatsApp tak akan pernah menjadi platform yang aman. Sebelumnya, pada Maret 2019, Telegram menyebut aplikasi tersebut mendapat tambahan 3 juta pengguna dalam 24 jam. Tambahan pengguna ini terjadi setelah terjadi peretasan keamanan siber pada Facebook, Instagram, dan WhatsApp. (eks)