5 Fakta Tentang Anjing Pitbull

CNN, CNN Indonesia | Senin, 25/11/2019 09:50 WIB
5 Fakta Tentang Anjing Pitbull Anjing Pitbull (Istockphoto/dageldog)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anjing Pitbull kerap dipersepsi sebagai anjing yang galak dan lebih agresif sehingga kerap menggigit manusia. Sebelumnya, seorang anak berusia 8 tahun berinisial M, mengalami luka serius di bagian wajah dan kepala akibat digigit anjing jenis Pitbull.

Bocah perempuan warga Medan Deli, Sumatera Utara, ini lantas dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan. Dari informasi yang diperoleh, kejadian itu berawal saat korban sedang bermain dengan anjing tersebut. Tiba-tiba korban lalu diserang hingga mengalami luka-luka di bagian wajah dan kepala, seperti dilansir dari Antara.

Berikut sejumlah fakta terkait anjing Pitbull.


1. Ada banyak jenis Pit Bull

Kata Pit Bull kerap digunakan untuk berbagai jenis anjing berbeda dengan tampilan yang mirip. Istilah ini digunakan untuk menyebut jenis anjing American pit bull terrier, American Staffordshire terrier, Staffordshire bull terrier, Dogo Argentino, dan ratusan ras campuran lain.

Sehingga kata pit bull kerap digunakan pada anjing dengan tampilan yang kurang lebih sama. Apalagi banyak orang tak bisa membedakan ras-ras anjing yang punya tampilan serupa ini.

2. Kerap dipakai berburu

Anjing-anjing ini biasa digunakan sebagai anjing untuk berburu dan menyerang hewan besar seperti babi hutan. Anjing ini juga kerap digunakan untuk menggembalakan ternak dan berkelahi, mengutip One Green Planet

3. Rahang mengunci

Terdapat mitos yang menyebut kalau pit bull punya rahang yang bisa mengunci. Rahang ini akan mencengkram korbannya saat menggigit. Namun, menurut ASPCA secara anatomi rahang anjing ini tak beda dari anjing-anjing lain.

Hal ini juga diamini oleh Dr. Howard Evans and Dr. Sandy deLahunta dari Universitas Cornell. Menurutnya, "tak ada rahang mengunci di jenis anjing apapun," terangnya, seperti dilaporkan Pusat Penyelamatan Pit Bull.

Meski demikian, Pit Bull memang punya otot rahang yang kuat. Selain itu cara bertarung mereka kerap dilakukan sembari meraup dan menggoyangkan kepala, sehingga menimbulkan cedera yang parah. Tapi tidak berarti begitu mereka menggigit mereka tak akan melepaskan gigitan itu.

4. Tempramen buruk

Mengutip Live Science, anjing Pit Bull tergolong salah satu anjing agresif. Sifatnya yang agresif membuat anjing ini lebih memiliki kecenderungan untuk menyerang dan menyebabkan cedera bagi korban.

Menurut Komunitas Pengetes Tempramen Amerika, American Pit Bull Terrier adalah jenis Put Bull punya tempramen paling buruk di angka 82,6 p-ersen. Jenis ini memang yang paling sering digunakan untuk perkelahian anjing.

Para penggemar pit bull juga menyebut kalau anjing jenis ini berbeda dari anjing lainnya.

"Saya memberitahu orang-orang kalau ingin anjing yang bisa diajak jalan-jalan di taman [...] jangan ambil pit bull," jelas Ami Ciontos, founder dan presiden kelompok penyelamat Pit Bull dari Atlanta Underdog Initiative, kepada CNN.

5. Binatang jahat, galak, dan berbahaya

Tak semua Pit Bul adalah binatang yang galak dan jahat. Seperti anjing lain, Pit Bull bisa menjadi sangat agresif jika kurang dilatih, mendapat kekerasan, ditelantarkan.
Pemeliharaan yang kurang bertanggung jawab juga ikut meningkatkan agresivitas anjing ini, seperti kurang diperhatikannya kesehatan dan tempramen anjing tersebut. Jika anjing ini diperlakukan dengan kasih sayang dan latihan yang baik, mereka bisa menjadi peliharaan yang baik.

6. Gigitan Pitbull tak mungkin tanpa sebab

Menurut dokter hewan di Amerika Serikat, Ilana Reisner, anjing tak akan menyerang tanpa sebab. Menurutnya, anjing akan menyerang kalau ia dalam keadaan sakit atau mendapat provokasi.

"Kebanyakan gigitan anjing dilakukan untuk mempertahankan diri karena takut atau tentang hal yang mereka butuhkan seperti makanan, tempat tidur, dan pemilik," tulisnya di laman Psycology Today.

Lebih lanjut menurutnya persepsi anjing dan manusia berbeda. Jika kita anggap perilaku kita sebagai keramahan, tapi anjing mungkin mempersepsinya sebagai tindakan yang mengancam mereka.

Biasanya anjing merasa terancam jika manusia langsung berhadapan dengan mereka, menatap, menjangkau di depan atau di atas mereka, menyentuh bagian atas kepala, atau membayangi mereka. Anjing tak suka merasa dipojokkan. (eks)