"Pengembangan model baru dan lokasilasi, kami sangat komit dengan lokalisasi, kami sangat mendukung program pemerintah dalam hal pengembangan industri dalam negeri," kata Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy kepada media di sela-sela Honda Fastival 2 di Kemayoran, Jakarta, Minggu (24/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Investasi RP5,1 triliun. 2020 onward disesuaikan dengan kondisi pasar. Dalam Rp5,1 triliun tidak ada [rencana produksi mobil listrik] elektrifikasi," ucap Yusak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenperin dalam keterangan resminya menyebut telah melakukan one-on-one meeting di Tokyo dengan direksi Daihatsu Motor Corporation, Hino Motor, grup Toyota, Suzuki Motor Corporation, Isuzu Japan, Mitsubishi Motor Corporation, dan Honda Motor.
Rencana investasi Honda disebut Agus untuk model baru dan pendalaman industri termasuk mendirikan pusat penelitian dan pengembangan di Indonesia.
"Kami jelaskan ada regulasi PP No 45/2019, yang memberikan fasilitas super deduction tax. Jadi, industri yang bangun R&D akan dapat super deduction tax sebesar 300 persen," ujarnya.
(mik)