Direktur Kredivo, Anita Wijanto mengatakan saat ini Kredivo fokus untuk mendorong inklusi keuangan dalam bentuk layanan kredit.
Pengakuan ini merupakan tanggapan setelah Kredivo digadang-gadang menjadi salah satu startup yang akan menjadi Unicorn baru. Sebelumnya, platform layanan teknologi finansial (fintech) lainnya, Ovo telah dinobatkan menjadi perusahaan Unicorn.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun Ovo merupakan layanan dompet digital, Ovo juga memiliki produk Ovo PayLater yang merupakan layanan pinjaman bagi konsumen.
Anita mengatakan produk-produk Kredivo terbukti mendorong inklusi keuangan karena 60 persen pengguna Kredivo adalah orang yang baru pertama kali mendapatkan kredit.
Saat ini Anita mengatakan jumlah pengguna Kredivo telah menyentuh angka satu juta orang. Artinya, 600 ribu orang adalah orang yang baru pertama kali mendapat kredit.
"Jadi mereka itu kadang-kadang baru kerja atau bekerja setahun dua tahun, minta kredit ke bank ditolak untuk kredit apa pun. Tapi mereka sekarang bisa akses lewat Kredivo," ujar Anita
Lebih lanjut, Anita menjelaskan kebanyakan jumlah pengguna didominasi umur 20 tahun hingga 30 tahun.
Anita juga mengungkapkan 20 persen dari total penyaluran kredit adalah pinjaman produktif. Sisanya adalah pinjaman konsumtif.
"Produktif sudah mencapai 20 persen Jadi banyak juga peminjam yang menggunakan tunjangan kita untuk kebutuhan bisnisnya," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Kredivo Sudah Jadi Penyedia Sistem Elektronik (PSE).
Terkait kewajiban Kredivo untuk mendaftar sebagai Penyedia Sistem Elektronik (PSE), Anita mengatakan Kredivo telah terdaftar sejak Maret 2018.
Anita mengatakan pendaftaran Kredivo di Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah syarat agar Kredivo bisa diregistrasi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
"Sudah pasti daftar, kalau belum tidak mungkin kita jadi member Asosiasi Fintech Pendanaann Bersama Indonesia (AFPI) maupun teregistrasi di OJK. Jadi untuk cara kita di saat registrasi saja sudah harus terdaftar," kata Anita. (jnp/lav)