Dilansir dari Live Sciences, predator ini masuk ke dalam grup reptil erythrosuchids. Faktanya secara rasio kepala ke badan, hewan ini memiliki kepala yang lebih besar dibandingkan badannya. Bahkan kepala hewan purba ini lebih besar dibandingkan kepala dinosaurus karnivora terbesar.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan rahang mereka yang kuat dan gigi yang menyerupai pisau steik, mereka kemungkinan berada di puncak rantai makanan di ekosistem mereka," kata Butler.
"Mereka dekat dengan garis keturunan leluhur archosauria, kelompok termasuk burung, dinosaurus, buaya dan pterosaurus," kata Butler.
Para ilmuwan membandingkan data panjang kepala dan tulang paha dalam erythrosuchids dengan pengukuran dari hewan berkaki empat lainnya yang masih hidup dan punah.
Hasil temuan menegaskan bahwa kepala masif erythrosuchids, pada kenyataannya, secara proporsional lebih besar daripada reptil mana pun.
Dilansir dari Science Alert, hewan ini dinamakan Garjainia. Fosil Garjainia ditemukan di Rusia dekat dari kota Orenburg. Hewan ini diperkirakan hidup di Eropa Timur, Afrika Selatan, India, dan China ketika daratan Bumi masih merupakan satu benua super besar, Pangea.
[Gambas:Twitter]
Garjainia mungkin sekitar tiga meter, mirip dengan Komodo, tetapi erythrosuchids lainnya berukuran jauh lebih besar.
Erythrosuchus, dari Afrika Selatan, panjangnya lebih dari lima meter , dan memiliki kepala yang panjangnya lebih dari satu meter. (jnp/lav)