Google dan Reputasi yang Tercoreng

CNN Indonesia | Kamis, 28/11/2019 20:05 WIB
Google dan Reputasi yang Tercoreng Reputasi Google sebagai kantor impian dianggap tercoreng setelah aksi pemecatan karyawan yang dianggap vokal lakukan aksi protes (Hani Nur Fajrina)
Jakarta, CNN Indonesia -- Google dikenal sebagai kantor dengan budaya kerja idaman. Sebab, perusahaan yang bermula dari bisnis mesin pencari itu, termasuk pionir dalam mengenalkan kultur kerja yang memanjakan karyawan dengan makanan gratis, seluncuran di tempat kerja, penitipan anak di tempat kerja, dan penekanan transparansi kerja.

Tapi belakangan, reputasi Google itu tengah tercoreng. Pasalnya, belakangan karyawan Google kerap melakukan aksi protes.

Beberapa waktu lalu, karyawan Google melakukan aksi protes atas sejumlah kasus. Mulai dari protes untuk membuat mesin pencari di China, proyek Maven, hingga anggapan kalau Google melindungi aksi pelecehan seksual.


Baru-baru ini Google telah memecat beberapa karyawan yang dinilai cukup vokal dalam aksi protes tersebut. Mereka dipecat dengan alasan melanggar kebijakan keamanan data. Perlakuan Google tersebut membuat banyak karyawan lain berpikir bahwa Google sedang membungkam kritik dari karyawan.

"Dengan pemecatan ini, Google meningkatkan pembalasan ilegal terhadap pekerja yang terlibat dalam pengorganisasian yang dilindungi. Ini adalah perserikatan serikat klasik yang mengenakan jargon industri teknologi, dan kita tidak akan tahan untuk itu," kata sejumlah karyawan yang juga terlibat dalam aksi protes dalam sebuah pernyataan dilansir dari CNN.

Saat dimintai keterangan, pihak Google mengatakan alasan pemecatan tersebut akibat karyawan yang telah mengakses informasi yang sebenarnya dilarang dan tertera dalam kebijakan. Namun beberapa waktu lalu Google dikabarkan telah mengganti kebijakan tersebut.

Karyawan yang melakukan aksi protes itu menamakan diri Google Walkout For Real Change. Dalam keterangan yang dikeluarkan asosiasi pekerja itu, perubahan kebijakan Google itu sengaja dibuat sebagai bentuk balasan kepada para karyawan dan dijadikan alasan untuk menargetkan karyawan tertentu.

[Gambas:Video CNN]


Menurut mereka, Google memanfaatkan kebijaan ini untuk membingkai seolah-olah para karyawan yang vokal tersebut sengaja membocorkan rahasia perusahaan.

Menurut ahli, Google bukan sekedar perusahaan saja. Tapi mereka punya dorongan untuk membuat dunia lebih baik melalui inovasi teknologi yang mereka ciptakan. Tapi, aksi Google akhir-akhir ini justru mengubah pandangan tersebut.

"Ada gagasan bahwa teknologi mengangkat kita semua dan mengubah hidup kita dan menjadikannya lebih baik," kata profesor manajemen di Universitas George Washington.

Namun, ia menambahkan, langkah-langkah Google baru-baru ini dapat mengecewakan para pekerja yang punya niat baik itu. Menurutnya kebijakan Google itu bisa menjadi suatu penyimpangan perusahaan dari fokus utama mereka di teknologi.

Upaya sejenis tak hanya dialami oleh Google saja. Ratusan pegawai Facebook pun telah menentang sikap perusahaan terhadap iklan politik. Pekerja layanan e-commerce Amazon juga melakukan aksi mogok kerja pada September lalu untuk mendong CEO mereka turut menindaklanjuti isu perubahaan iklim. (ndn/eks)


ARTIKEL TERKAIT