Apalagi menurut Hammam menjelaskan teknologi kecerdasan buatan saat ini hanya dikuasai oleh beberapa negara di dunia. Sementara di Asia, Singapura menjadi negara pertama yang berencana untuk memanfaatkan teknologi ini.
"Kecerdasan buatan (AI) saat ini masih dikuasai segelintir negara. Di Asia baru Singapura yang memiliki rencana pengembangan teknologi AI," papar Hammam kepada CNNIndonesia.com Jakarta, Jumat (29/11).
Negara maju saat ini sudah mulai menerapkan AI dalam strategi pembangunannya. Oleh karena itu Hammam menegaskan bahwa ini merupakan momen yang tepat bagi Indonesia untuk memulai penerapan AI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini diungkap Hammam saat ditanya terkait dengan rencana presiden Joko Widodo untuk menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menggantikan pejabat eselon III dan IV.
[Gambas:Video CNN]
"Bukan mengganti manusia dengan Robot AI. Saya yakin peran AI nantinya membantu birokrasi, misalnya e-planning, e-budgeting, keuangan daerah yang cerdas, sehingga dapat mencegah korupsi," ujar Hammam.
Selain itu, menurutnya saat ini BPPT tengah menginisiasi pembangunan AI Innovation Center. Pusat inovasi ini diharapkan bisa mendorong pemanfaatan AI di Indonesia.
"Saat ini BPPT juga menginisiasi dibangunnya AI Inovation Center untuk mengejar pemanfaatan AI, guna meningkatkan daya saing Indonesia," kata Hammam.
AI Innovation Center diyakini akan mendorong Indonesia menjadi negara yang maju dan berdaya saing di tengah era disrupsi digital dan revolusi industri 4.0 ini.
BPPT telah mengambil peran dalam pendayagunaan AI, bukti nyatanya di bidang Teknologi Modifikasi Cuaca berbasis AI. Kecerdasan buatan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi setiap tahun.
Dikatakan Hammam, proyek perdana terkait pendayagunaan AI, BPPT bersinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). (jnp/eks)