Yamaha Akhiri Penjualan Xabre, Fokus pada MT-15

CNN Indonesia | Selasa, 03/12/2019 08:01 WIB
Yamaha Akhiri Penjualan Xabre, Fokus pada MT-15 Yamaha Indonesia Motor Manufacturing memutuskan menghentikan produksi Xabre. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) akhirnya mengungkap bakal mengakhiri karier sepeda motor sport 150 cc jenis naked, Xabre, di Indonesia. Kondisi Xabre sempat terasa gamang pada tahun ini usai YIMM meluncurkan motor sejenis, MT-15, pada Januari.

Manager Public Relation YIMM Antonius Widiantoro memastikan penjualan Xabre bakal berhenti setelah semua stok unit habis terjual. Meski begitu dia tidak menyebutkan kapan Xabre berhenti diproduksi di dalam negeri.

"Kalau pun masih ada sekarang ya itu stok lama. Kami lebih fokus ke MT-15," kata Antonius di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (2/12).


Kehadiran MT-15 sempat santer dikira sebagai pengganti Xabre sebab kedua model ini punya konsep desain yang mirip. Saat peluncuran MT-15, YIMM mengaku belum menentukan bakal memutus penjualan Xabre.

Xabre meluncur dan dipasarkan di Indonesia sejak Januari 2016, model ini jadi cara YIMM menggaet konsumen berbeda dari Byson dan Vixion. Tiga tahun kemudian YIMM memutuskan melahirkan MT-15 yang punya penampilan lebih agresif dan mewarisi desain keluarga MT.

MT-15 mirip Xabre, yakni punya setang lebar, suspensi upside down, dan aluminium rear arm. Namun MT-15 memiliki kelebihan dirancang dengan rangka deltabox, mesin 150 cc VVA, plus punya fitur Assist & Slipper Clutch.

Menurut situs resmi Yamaha Indonesia, Xabre dipasarkan Rp30,7 juta, sedangkan MT-15 lebih mahal, yaitu Rp35,65 juta. Sementara itu Vixion dilego Rp27,1 juta- Rp30,815 juta dan Byson FI Rp22,95 juta.

Antonius meyakini keputusan perusahaan mengakhiri Xabre sudah tepat sebab saat ini masyarakat dinilai sudah tak lagi melirik Xabre sebagai pilihan.

"Ya alasannya karena permintaan dan produk terus berkembang. Keinginan konsumen juga berkembang. MT-15 dengan fitur dan teknologi baru orang akan ke sana," kata Antonius. (ryh/fea)