Granat Meledak di Monas, Netizen Ucapkan Duka

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Selasa, 03/12/2019 14:54 WIB
Granat Meledak di Monas, Netizen Ucapkan Duka Olah TKP ledakan granat di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (3/12) pagi. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ledakan yang terjadi di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (3/12) jadi trending topic di Twitter dalam beberapa jam terakhir. Ledakan granat pukul 07.16 itu melukai korban yakni Sersan Kepala (Serka) Fajar dan Prajurit Kepala (Praka) Gunawan.

Pantauan CNNIndonesia.com, topik ledakan di Monas memenuhi jejaring media sosial Twitter dan telah dicuitkan 11.300 sampai pukul 14.20 WIB. Banyak warganet terkejut dengan insiden tersebut dan merasa empati dengan kejadian tersebut, di antaranya pemilik akun @Daim25246750.




Sedangkan pemilik akun lain @aryahgettas menyampaikan duka mendalam kepada dua korban ledakan di Monas.



Ada juga netizen yang merasa penasaran penyebab ledakan yang sangat mengagetkan di sela-sela aktivitas warga DKI Jakarta.



Ada pula warganet yang merasa kasihan dengan korban ledakan di Monas. Pemilik akun @amalliafitri mencuitkan netizen lain tidak seharusnya memposting foto korban ledakan.



Diberitakan sebelumya Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono menyebut ledakan yang terjadi pagi hari ini terjadi di sisi utara tugu Monas.

Sebelum ledakan terjadi, dijelaskan Eddy, sejumlah personel TNI tengah berolahraga di dalam komplek Monas. Personel TNI yang bermarkas di Medan Merdeka Timur itu, kata Gatot, memang rutin melakukan olahraga pagi di kawasan Monas tiap Selasa.

"Di Monas memang banyak TNI yang olahraga," tutur Gatot dalam konferensi pers di Monas, Selasa (3/11).

Kemudian, lanjut Gatot, terjadi ledakan dari granat asap yang belum diketahui asalnya. Ledakan dari granat tersebut melukai korban yakni Sersan Kepala (Serka) Fajar dan Prajurit Kepala (Praka) Gunawan.

Polisi langsung melakukan pengamanan dipimpin Kapolres Jakarta Pusat, dan Komandan Kodim menuju lokasi ledakan. Tim Gegana dan penjinak bom juga turun ke lokasi. Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) dan Laboratorium Forensik juga diturunkan.

(mik)