Pesona Taman Nasional Lorentz yang Dirayakan Google Doodle

CNN Indonesia | Rabu, 04/12/2019 15:31 WIB
Pesona Taman Nasional Lorentz yang Dirayakan Google Doodle Google Doodle rayakan Taman Nasional Lorentz di Papua. (www.google.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Google Doodle merayakan hari jadi Taman Nasional Lorentz Indonesia yang terletak di Papua. Mengutip dari situs Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Kawasan Taman Nasional Lorentz (TN Lorentz) terletak di bagian Tengah-Selatan Papua dengan luas 2,4 juta hektar (Ha).

TN Lorentz ini berada di 10 Kabupaten Provinsi Papua yaitu Kabupaten Mimika, Kabupaten Paniai, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Ndua dan Kabupaten Asmat.

Kawasan ini membentang pada gletser khatulistiwa di jajaran pegunungan tinggi di Asia Tenggara melalui spektrum lengkap ekosistem mulai dari ekosistem pesisir pantai sampai pada Pegunungan Alpin.


Kawasan ini merupakan keterwakilan gradasi ekosistem dengan ketinggian antara 0 hingga 4.884 m dpl dengan puncak tertinggi Cartenz dan salju abadinya. Pada sisi sebelah Utara dari TN. Lorentz terbentang jajaran pegunungan tinggi di Pulau Papua yang menjadikan kawasan ini merupakan kekayaan alam unik dan langka di dunia.


Letak dan keunikan bentangan alam inilah yang menjadikan TN. Lorentz sebagai kawasan konservasi dengan ekosistem terlengkap di Indonesia, bahkan di Asia tenggara dan dikenal sebagai benteng terakhir yang memiliki hutan belantara.

Pesona Taman Nasional Lorentz Papua

Geranium Monticola

Di TN Lorentz kita bisa menemui jenis tumbuhan endemik Geranium monticola di sekitar basecamp terakhir pendakian Puncak Trikora.

Puncak Trikora sendiri merupakan salah satu alternatif wisata alam adventure di Taman Nasional Lorentz dengan ketinggian 4.750 m dpl dan merupakan Puncak tertinggi ketiga setelah Carstenzs Pyramid dan Puncak Mandala.

Cartensz Pyramid

Punya ketinggian 4.884 m dpl, Cartensz Pyramid merupakan puncak gunung tertinggi dari deretan pegunungan tengah Pulau Papua.

Puncak ini merupakan salah satu destinasi wisata pendakian gunung favorit baik dikalangan pendaki lokal hingga mancanegara karena Carstenzs Pyramid dikenal luas sebagai salah satu dari 7 puncak tertinggi di 7 benua atau Seven Summits.

Nama Carstenzs diambil dari nama seorang pelaut berkebangsaan Belanda, Jan Carstenszoon yang pertama kali melaporkan keberadaan puncak-puncak yang diselimuti salju pada pegunungan tropis di wilayah New Guinea pada tahun 1623.

Dalam bahasa lokal Carstenzs Pyramid dikenal dengan nama Nemangkawi Ninggok yang berarti Puncak Panah Putih. Puncak ini pertama kali ditaklukkan oleh Heinrich Harrer pada tahun 1962.

[Gambas:Video CNN]

Lembah Danau Tiga

Peristiwa geologis pertemuan lempeng Australia dan Lempeng Pasifik telah membentuk morfologi pegunungan tengah Papua yang unik dengan dinding-dinding tebing yang curam dan cekungan-cekungan yang membentuk danau.

Lembah Danau Tiga terletak pada batas areal pertambangan PT. Freeport Indonesia dan kawasan konservasi Taman Nasional Lorentz. Cekungan tersebut merupakan pintu masuk kawasan taman nasional melalui jalur pertambangan PT. Freeport Indonesia.

Cenderawasih Elok

Cenderawasih elok atau nama ilmiahnya Macgregoria pulchra merupakan salah satu spesies endemik yang menghuni hutan-hutan sub alpin dataran tinggi pegunungan Jayawijaya yaitu pada ketinggian 3.200 s.d 3.500 mdpl.

Jenis burung ini merupakan incaran bagi wisatawan penggiat minat khusus pengamatan burung. Jenis burung ini termasuk dalam jenis dilindungi dan dalam peraturan perdagangan internasional.


Salju yang Tak Lagi Abadi

East Northwall Firn merupakan salah satu tutupan gletser yang saat ini masih tersisa di Pegunungan Sudirman. Tutupan es ini berada di sekitar Puncak Ngga Pulu atau Puncak Jaya dengan ketinggian 4,862 mdpl.

Saat ini lapisan es di pegunungan ini semakin menipis seiring dengan terjadinya pemanasan global. Diprediksi lapisan ini akan terus mencair seperti yang terjadi di Puncak Trikora dan Puncak Mandala yang sudah lebih dahulu kehilangan lapisan esnya.

Sejarah Singkat Taman Nasional Lorentz

Nama Taman Nasional ini diambil dari seorang Penjelajah asal Belanda, Hendrikus Albertus Lorentz,yang melewati daerah tersebut pada tahun 1909.

Pada tahun 1978, Pemerintah Indonesia menetapkan taman yang paling besar di Asia Tenggara ini sebagai Cagar Alam (Strict Nature Reserve). Hingga pada Tahun 1999, Kawasan Lorentz ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Site) UNESCO.

Pada tahun 2003, kawasan ini dinyatakan sebagai Taman Warisan ASEAN (ASEAN Heritage Parks) yang ditandatangani oleh perwakilan dari Negara-negara Asia Tenggara di Yangon Myanmar.

(dal/DAL)