Hal ini dilakukan untuk memenangkan persaingan di tengah banyaknya startup kesehatan yang bermunculan akhir-akhir ini.
"Guna menghadapi tantangan 2020, kita bakal menginvestasikan solve pain misalnya bagaimana caranya kita menghubungkan pasien dengan dokter," jelas Chief Business Officer Halodoc, Alfons Timboel saat sesi diskusi Peluang dan Tantangan Ruang Siber Indonesia di Jakarta, Rabu (4/12)
Lihat juga:3 Cara Tak Terpengaruh Hoaks Kesehatan |
Lebih lanjut, Alfons dan tim juga telah memperkenalkan inovasi bisnis lainnya seperti pengiriman obat langsung ke kediaman pasien dan pemeriksaan laboratorium.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena perusahaan rintisan kesehatan ini masih baru, jadi kita bakal terus bekerja sama dengan pemerintah," pungkas Alfons.
[Gambas:Video CNN]
Dokter-dokter yang ada di basis data Halodoc terdiri dari berbagai spesialisasi bidang kedokteran, mulai dari gawat darurat hingga kecantikan.
Para pengguna juga dapat menentukan sendiri dengan dokter mana yang akan mereka hubungi.
Soal pembayaran, sama seperti prosedur di rumah sakit. Pembayaran dilakukan setelah konsultasi selesai.
Namun, bentuk pembayarannya mirip pulsa telepon. Masing-masing dokter sudah memiliki tarif yang akan diambil dari saldo aplikasi pasien. (din/eks)