Startup Utang Online Akulaku Ogah Ungkap Isu Suntikan Dana

CNN Indonesia | Selasa, 10/12/2019 23:23 WIB
Startup Utang Online Akulaku Ogah Ungkap Isu Suntikan Dana Ilustrasi pinjaman online. (Gadini/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan rintisan (startup) pada sektor teknologi finansial, Akulaku belum mau terbuka soal isu suntikan dana yang mereka terima. 

Direktur Utama Akulaku Finance Efrinal Sinaga juga enggan menyebutkan seberapa besar pendanaan itu. Namun yang pasti, suntikan dana diberikan oleh salah satu perusahaan yang berasal dari Hong Kong.

"Nanti kita akan buka [suntikan dana ke Akulaku], kita ada ikatan Non Diclosure Agreement [perjanjian kerahasiaan antar dua pihak untuk menjaga kerahasiaan informasi]. Jadi kita kasih sepintas saja," tuturnya kepada awak media usai Year End Media Gathering Akulaku di KAUM, Jakarta, Selasa (10/12).


"Dari Hongkong [perusahaan yang memberikan Akulaku pendanaan]," sambung Efrinal.


Lebih lanjut kata Efrinal, selama ini pendaan Akulaku masuk dari perusahaan BUMN lokal yaitu Bank. Pasalnya, Akulaku memiliki saudara yang bergerak di perusahaan bank yaitu Bank Yudha Bakti.

"Lebih banyak dari bank lokal [pendanaan Akulaku], karena memang Akulaku punya grup Bank Yudha Bakti, ada juga Asetku," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

Dilansir dari berbagai media, Akulaku disebut tengah melakukan pembicaraan untuk pendanaan seri D senilai US$100 juta atau sekitar Rp1,4 triliun dengan Ant Financial, anak perusahaan e-commerce China yaitu Alibaba.

Selain itu, Efrinal mengklaim Akulaku telah meraup dana setidaknya Rp4 triliun tahun 2019 dan ke depan perusahaan menargetkan mendapat dana sebesar Rp6 triliun dari pendanaan yang disuntikkan perusahaan luar negeri.

"Ke depan kami butuh Rp6 triliun karena kami banyak membiayai e-commerce," pungkasnya.

(din/DAL)


ARTIKEL TERKAIT