Hal itu diketahui dari hasil pengukuran peluruhan radio aktif dari uranium dan elemen lainnya dari pembentukan mineral yang terjadi di Leang Bulu Sipong 4. Hal itu diperkirakan berusia antara 35.100 hingga 43.900 tahun yang lalu.
Penggambaran figur pemburu dalam bentuk therianthropes itu juga diklaim merupakan bukti lukisan tertua yang menggambarkan manusia sedang berburu hewan mamalia besar dengan tombak maupun tali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut kata Aubert, figur therianthropes digambarkan sedang menangkap enam mamalia yang melarikan diri, dua ekor babi rusa, dan empat anoa.
Figur theriantropes sendiri sejak 35.000 tahun yang lalu terus mengalami perkembangan menjadi karya seni artistik yang modern ditandai dengan munculnya motif kuda da hewan lainnya.
Tim peneliti arkeologi yang terdiri dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Balitbang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Griffith Australia, dan Balai Arkeologi Makassar telah menemukan situs Leang Bulu Sipong 4 sejak 2017, yang merupakan satu dari ratusan gua di daerah Karst Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.
Namun, sebelumnya pada 2014, mereka telah mengumumkan bahwa gua di sekitar kawasan karst Maros-Pangkep sebagai salah satu motif lukisan gua tertua di dunia sekitar 40.000 tahun yang lalu dengan motid stensil tangan berwarna merah.
Penanggalan radiocarbon itu dilakukan oleh University of Queensland's Radiogenic Isotope Facility sebagai bagian dari kerjasama geochronology dengan Universitas Griffith Australia. (din/lav)